Comscore Tracker

Klinik di Tabanan Ditutup, 14 Nakesnya Kontak dengan Pasien COVID-19

Klinik ditutup sementara

Tabanan, IDN Times - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Tabanan telah menemukan jumlah orang kontak tracing pasien COVID-19 asal Kecamatan Pupuan, yang pernah rawat inap di klinik swasta daerah Pupuan juga. Pasien asal Pupuan ini juga sempat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada. Di sanalah ia diketahui positif COVID-19.

Sebanyak 14 tenaga kesehatan (Nakes) di klinik tersebut pernah kontak erat dengan pasien tersebut. Temuan ini membuat klinik tersebut ditutup untuk sementara waktu, hingga hasil uji swab dari 14 nakes turun dan dinyatakan negatif.

Baca Juga: 30 Balita di Tabanan Pernah Kontak dengan Bidan Positif COVID-19

1. Total kumulatif kontak tracing pasien positif asal Pupuan sebanyak 44 orang

Klinik di Tabanan Ditutup, 14 Nakesnya Kontak dengan Pasien COVID-19Foto hanya ilustrasi. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Ketua Harian GTPP COVID-19 Tabanan, I Gede Susila diwakili oleh juru bicaranya, I Putu Dian Setiawan, mengatakan pasien COVID-19 asal Pupuan ini berjenis kelamin perempuan dan berusia 63 tahun. Ia diketahui positif ketika berobat ke RSUD Mangusada. Pada Rabu (8/7/2020), ia dirawat di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) RS Nyitdah.  

Pihak GTPP COVID-19 Tabanan kemudian melakukan kontak tracing pasien ini. Hasilnya, 30 orang di lingkungannya pernah kontak dengannya. Lima orang di antaranya berasal dari keluarga. Semuanya sudah menjalani rapid test, dan ditemukan satu orang reaktif.

Selain di lingkungan tempat tinggal pasien, GTPP COVID-19 Tabanan juga mendapatkan informasi jika pasien pernah dirawat inap di klinik swasta daerah Pupuan. Hasilnya, ada 14 nakes yang kontak erat dengan pasien.

"Sehingga total tracing contact untuk pasien asal Pupuan ini sebanyak 44 orang," ujar Dian, Kamis (9/7/2020).

2. Klinik swasta ditutup untuk sementara waktu sampai hasil swab 14 nakes keluar dan dinyatakan negatif

Klinik di Tabanan Ditutup, 14 Nakesnya Kontak dengan Pasien COVID-19(Ilustrasi virus corona) IDN Times/Arief Rahmat

Karena ada 14 nakesnya terpapar dengan pasien positif, operasional di klinik swasta Pupuan tersebut ditutup untuk sementara waktu. Sementara nakes yang terpapar ini beserta satu orang dari keluarga pasien yang rapid test-nya reaktif, sedang menjalani isolasi mandiri.

"Rencananya mereka akan menjalani swab tes pada Senin (13/7/2020)," jelas Dian.

Kenapa uji swab tidak dilaksanakan pada Jumat (10/7/2020) saja? Menurut Dian, pihak GTPP COVID-19 Tabanan, dalam hal ini Dinas Kesehatan Tabanan, sudah memiliki uji swab terjadwal.

"Kasus untuk diuji swab cukup banyak. Sehingga dijadwal sesuai kapasitas dan kemampuan petugas. Untuk tracing contact Pupuan ini dijadwalkan hari Senin mendatang," ungkapnya.

Baca Juga: Khawatir Overload, Tabanan Menambah Ruang Perawatan COVID-19

3. Tabanan mencatat tambahan kasus positif baru, yang merupakan keluarga dekat dari pasien positif

Klinik di Tabanan Ditutup, 14 Nakesnya Kontak dengan Pasien COVID-19Proses tes virus corona di RSUP Sanglah. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Berdasarkan data GTPP COVID-19 Tabanan per Kamis (9/7/2020), terdapat tambahan dua kasus positif yang semuanya ditemukan karena kontak tracing. Berikut ini datanya:

  • Kasus positif pertama adalah warga Kecamatan Kediri yang merupakan kontak tracing dari pasien positif COVID-19 yang meninggal beberapa waktu lalu. Pasien diketahui positif tanpa gejala dan saat ini diisolasi di UPTD RS Nyitdah
  • Kasus positif kedua adalah warga Kecamatan Marga yang merupakan kontak tracing dari pasien positif COVID-19 asal Marga. Ia merupakan pedagang di pasar daerah Kota Denpasar. Pasien ini juga tidak ada gejala dan kini diisolasi di UPTD RS Nyitdah.

Kata Dian, semua kasus positif yang baru ini merupakan keluarga dekat dari pasien positif sebelumnya.

Selain tambahan kasus positif, per Kamis (9/7/2020) ini juga ada empat pasien sembuh Sehingga total kumulatif warga Tabanan yang masih dalam perawatan karena COVID-19 sebanyak 37 orang.

Baca Juga: Limbah APD di RSUD Tabanan Diperlakukan Khusus, Begini Caranya

Topic:

  • Ni Ketut Wira Sanjiwani
  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya