Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Gangsa, Gamelan Bali di Video Musik Terbaru No Na

Mengenal Gangsa, Gamelan Bali di Video Musik Terbaru No Na
No Na Esther memainkan gangsa dalam video musik terbaru berjudul "Rollerblade". (YouTube.com/No Na)
Intinya Sih
5W1H
  • No Na merilis video musik Rollerblade pada 17 April 2026 di YouTube, menampilkan unsur budaya Indonesia lewat permainan gamelan Bali oleh Esther.
  • Gamelan yang dimainkan Esther adalah Gangsa, instrumen penting dalam gamelan Bali dengan sepuluh bilah perunggu dan pemukul bernama panggul.
  • Gangsa terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Gangsa Gantung dan Gangsa Jongkok, masing-masing memiliki variasi bentuk serta fungsi berbeda dalam barungan gamelan Bali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Girl group No Na secara konsisten membawa kebudayaan Indonesia dalam sejumlah comeback (kemunculannya) di dunia musik internasional. Setelah sukses besar dengan lagu Work, No Na kali ini hadir dengan lagu bertajuk Rollerblade. Video musiknya (video klip) rilis di YouTube pada 17 April 2026, telah disaksikan 1,2 juta lebih.

Dalam video klip itu, Esther membuka lagu dengan memainkan gamelan Bali, sambil menyanyikan lirik berikut.

Ring a ding ding like a gamelan. And it ain’t a big thing I’m the number one.

Apa sebenarnya nama gamelan yang dimainkan Esther? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Esther memainkan Gangsa

Ilustrasi gangsa pada instrumen gamelan Bali. (Unsplash.com/Shannia Christanty)
Ilustrasi gangsa pada instrumen gamelan Bali. (Unsplash.com/Shannia Christanty)

Jika melihat secara detail, gamelan yang dimainkan Esther dalam video klip Rollerblade adalah Gangsa. Gangsa memiliki 10 bilah berbahan perunggu yang dipukul dengan pemukul bernama panggul. Panggul terbuat dari kayu, bentuknya mirip palu tapi sisi lainnya runcing. Sementara sisi tumpulnya untuk memukul ke bilah.

Peran Gangsa dalam suatu instrumen gamelan Bali amat krusial, yakni sebagai penentu alunan lagu dan mengatur jalinan pukulan dalam instrumen gamelan. Lalu, bagian peletak bilah perunggu pada gangsa biasanya berbahan dasar kayu dengan ukiran khas Bali. Gangsa biasanya dimainkan dalam instrumen gamelan pagulingan, gong kebyar, dan gong gede.

Fungsi Gangsa

ilustrasi pemain gamelan bali (pixabay.com/tivistar)
ilustrasi pemain gamelan bali (pixabay.com/tivistar)

Institut Seni Indonesia (ISI) Bali mendefinisikan Gangsa sebagai instrumen gamelan yang mempunyai jumlah bilah 10 buah. Adapun susunan nada gangsa terbagi menjadi dua, yaitu nada rendah terdiri dari ndong, ndeng, ndung, ndang, nding. Sementara nada tingginya yakni ndong, ndeng, ndung, ndangnding.

Jika mengacu pada barungan gong kebyar, Gangsa dapat dibedakan menjadi dua yaitu Gangsa Pengumbang (polos) dan Gangsa Pengisep (sangsih).

Mengenal dua jenis Gangsa dan pembagiannya

ilustrasi pertunjukan gamelan bali (pixabay.com/coffeemorning)
ilustrasi pertunjukan gamelan bali (pixabay.com/coffeemorning)

Berdasarkan buku berjudul Jenis-jenis Tungguhan Karawitan Bali yang ditulis Pande Made Sukerta, Gangsa dibagi menjadi dua bagian, yakni Gangsa Gantung dan Gangsa Jongkok. Pembagian ini berdasarkan bentuk selawah dan peletakan bilah gamelan. 

Gangsa Gantung pun terbagi menjadi dua jenis. Pertama, Gangsa Gantung Kantil dengan lima bilah saja digunakan pada Gamelan Semar Pegulingan Saih Lima. Kedua, Gangsa Gantung Lemade yang jumlah bilahnya sama dengan Gangsa Gantung Kantil.

Sementara Gangsa Jongkok ada empat jenis, yakni Gangsa Jongkok Pemade bentuk bilahnya lebih besar dari Gangsa Gantung. Sisanya ada yang disebut dengan Gangsa Jongkok Curing, Gangsa Jongkok Kantil, Gangsa Jongkok Lengangkep, dan Gangsa Jongkok Penunggal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More