Kelompok nelayan di Desa Intaran Sanur menyuarakan perlawanannya dengan mendirikan baliho berukuran 2,5x3 meter di sepanjang pesisir Intaran. (Dok.IDN Times/istimewa)
Sebanyak 4 kelompok nelayan di Desa Intaran Sanur menyuarakan perlawanannya dengan mendirikan baliho berukuran 2,5x3 meter di sepanjang Pesisir Intaran. Kelompok tersebut di antaranya Kelompok Nelayan Segara Agung, Watu Kerep, Astining Segara, dan Kelompok Nelayan Tapang Kembar.
Koordinator pemasangan Baliho, I Wayan Sujana, mengatakan pemasangan baliho penolakan terhadap pembangunan Terminal LNG di Kawasan Mangrove tersebut dilakukan sebagai bentuk respons para nelayan.
Sebagian besar masyarakat Intaran, terlebih kelompok nelayan, memang menggantungkan hidupnya di pesisir. Pengerukan, terlebih dengan kapasitas 3.300.000 meter kibik akan sangat membawa dampak yang sangat luar biasa terhadap potensi perairan tersebut.
“Kami yang selama ini di laut sangat tahu betul bagaimana imbas dari pembangunan sebelumnya yang telah membuat laut rusak. Aktivitas dredging atau pengerukan yang akan dilakukan untuk membuat alur laut Terminal LNG di kawasan mangrove pasti akan menyebabkan kerusakan pada laut. Jika laut rusak, maka kami akan kesulitan mencari ikan sebab ikan-ikan akan menjauh," keluhnya, Selasa (12/7/2022).