Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Mahasiswa di Bali Terlibat Judi Online Jaringan Kamboja

4 Mahasiswa di Bali Terlibat Judi Online Jaringan Kamboja
Pengungkapan kasus judi online jaringan Kamboja (IDN Times/Ayu Afria)
Intinya Sih
  • Polda Bali mengungkap jaringan judi online asal Kamboja di Benoa, Kuta Selatan, dan menangkap empat mahasiswa yang berperan sebagai telemarketing serta customer service situs Ketua.Co dan GN77.
  • Dua tersangka pernah bekerja di situs judi online Filipina dan Kamboja sebelum pindah ke Bali, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara serta denda kategori VI.
  • Para tersangka menghubungi sekitar 400 nomor WNI untuk menawarkan aplikasi judi online melalui WhatsApp, di bawah kendali pimpinan jaringan dari Kamboja dan Kalimantan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Denpasar, IDN Times - Direktorat Reserse Siber Polda Bali mengungkap praktik judi online jaringan Kamboja di Jalan Pratama Gang Hasan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Minggu (12/4/2026). Dalam kasus ini, empat orang diamankan.

Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombes Pol Aszhari Kurniawan, mengatakan tiga tersangka merupakan perempuan bersaudara asal Manado yang berperan sebagai telemarketing situs judi online Ketua.Co, yakni Indri Jeanefer Tulus (23), Ramona Friska Tulus (22), dan Mikha Gabriela Barahama (22). Sementara satu tersangka lain, Wildan Aflah Al Barroh (31) asal Jakarta, berperan sebagai customer service situs GN77.

"Mereka merupakan mahasiswa. Mereka ini sebenarnya bagian dari orang-orang atau pelaku yang melarikan diri dari kegiatan atau aktivitas judi online di Kamboja," ungkapnya, Rabu (29/4/2026) di Mapolda Bali.

1. Dua tersangka merupakan jebolan pekerja judi online di Filipina dan Kamboja

Barang bukti berupa laptop, ponsel, dan dokumen yang disita polisi dalam pengungkapan kasus judi online jaringan Kamboja.
Pengungkapan kasus judi online jaringan Kamboja (IDN Times/Ayu Afria)

Menurut Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombespol Aszhari Kurniawan praktik judi online ini terbongkar setelah polisi melakukan patroli siber menemukan situs Ketua.Co dan GN77. Setelah dilakukan profiling diketahui lokasi yang bersangkutan berada di Kuta Selatan. Penyelidikan kemudian membuahkan hasil dengan mengamankan keempat tersangka di lokasi yang sama.

Tersangka Indri dan Wildan diketahui merupakan jebolan pekerja situs judi online di Filipina sebelum digerebek kepolisian setempat pada tahun 2024. Keduanya kemudian diajak ke Kamboja oleh leadernya dan melakukan praktik judi online yang sama. Lantas, keduanya pindah ke Bali setelah lokasi judi online di Kamboja digerebek kepolisian pada Januari 2026 lalu.

"Keduanya tiba di Bali pada 21 Januari 2026 dan melanjutkan bekerja sebagai pengelola judol. Mereka kembali ke Indonesia atas permintaan leader-nya," ungkapnya.

2. Tersangka terancam 9 tahun penjara dan denda

ilustrasi judi online (unsplash.com/niekdoup)
ilustrasi judi online (unsplash.com/niekdoup)

Setibanya di Bali, tersangka Indri dan Wildan menyewa hotel di kawasan Benoa dan memulai aksinya. Keduanya kemudian merekrut tersangka Ramona dan Mikha pada Februari 2026. Kedua tersangka yang merupakan saudara Indri tersebut sebelumnya berada di Jakarta dan bekerja sebagai penjaga toko. Setiap hari mereka bekerja 12 jam sejak pukul 11.00 Wita hingga 23.00 Wita.

Tersangka Indri mengaku mendapatkan gaji Rp11 juta dan bonus Rp8 juta, sedangkan Wildan sebesar Rp8 juta. Sementara dua tersangka lainnya mendapatkan gaji Rp2,5 juta. Ketiga perempuan tersebut dijerat pasal 426 ayat 1 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Sedangkan tersangka Wildan dijerat pasal 426 ayat 1 huruf c.

"Ancaman pidananya paling lama 9 tahun dan denda paling banyak kategori VI," ungkapnya.

3. Tersangka menerima ratusan nomor telepon WNI dan menawarkan situs

ilustrasi judi online (unsplash.com/Erik Mclean)
ilustrasi judi online (unsplash.com/Erik Mclean)

Pengakuan ketiga telemarketing judi online tersebut, menerima sekitar 400 nomor telepon warga negara Indonesia. Situs judi online Ketua.Co diketahui dipimpin oleh WN China yang dipanggil Panjang yang berada di Kamboja. Ketiganya kemudian menghubungi nomor telepon tersebut dan menawarkan untuk mendownload aplikasi judi online tersebut.

"Tersangka mengirimkan link untuk men-download aplikasi judol kepada pemain melalui WhatsApp," terangnya.

Setalah pemain men-download aplikasi tersebut dan login maka pemain diberikan bonus yang bisa digunakan untuk mencoba permainan. Setelah itu, pemain harus melakukan top up ke virtual account jika ingin melanjutkan permainan.

Sedangkan tersangka Wildan mengatakan, situs judi online GN77 diketuai laki-laki yang dipanggil Candra berada di Kalimantan. Cara kerja situs ini juga sama dengan Ketua.Co. Apabila ada pemain yang memerlukan bantuan atau keluhan, maka akan mengirimkan pesan live kepada tersangka. Setelah pemain selesai bermain dan menang maka bisa melakukan penarikan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Bali

See More