Longsor Timbun Irigasi di Klungkung, Pembersihannya Manual

Klungkung, IDN Times - Hujan deras dan angin kencang yang melanda Kabupaten Klungkung memicu tanah longsor sampai menimbun saluran irigasi di Subak Aan Dangin Desa, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan. Longsor itu berdampak kepada 24 hektare sawah petani di Subak Pau. Sehingga warga terancam gagal tanam, jika material longsor tidak dibersihkan.
"Kami perlu bertindak cepat (membuka longsor yang menutupi saluran irigasi). Karena petani di Tempek Pau sudah menyiapkan bibit yang siap ditanam. Sementara itu, petani di Tempek Bang Pegulingan masih memiliki waktu karena baru saja panen,” jelas Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, Selasa (11/2/2025).
Meskipun dalam guyuran hujan deras, petugas Badan Penanggulangan Bencana Dareah (BPBD) Klungkung, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarangkan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan warga bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutupi saluran irigasi di Subak Aan Dangin dengan peralatan seadanya.
1. Dinas Pertanian langsung koordinasi dengan BPBD, kodim, dan pemerintah desa

Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, mengatakan material longsor yang menutupi saluran irigasi selebar sekitar dua meter membutuhkan penanganan segera. Ia telah berkoordinasi dengan BPBD, kodim, dan pemerintah desa untuk mempercepat pembersihan. Sehingga longsor yang menutup saluruan irigasi bisa segera dibersihkan.
Jika tidak, dikhawatirkan sawah petani di Tempek Pau dan Tempek Bang Pegulingan mengalami kekeringan karena tidak mendapatkan distribusi air irigasi.
2. Ajak petani membantu petugas gotong royong membersihkan material longsor

Juanida juga mengajak para petani untuk ikut bergotong royong agar pembersihan bisa lebih cepat selesai. Longsor ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil, serta curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Pembersihan material longsor terus diupayakan agar saluran irigasi kembali normal, memastikan pasokan air bagi petani tidak terganggu," jelas Juanida.
3. Medan berat, petugas harus membersihkan material longsor dengan alat seadanya

Medan yang berat dan lokasi yang jauh dari jalan raya membuat penggunaan alat berat tidak memungkinkan. Pembersihan harus dilakukan secara manual, memerlukan tenaga ekstra, dan koordinasi yang baik.
Sementara itu, BPBD Klungkung tidak dapat mengerahkan seluruh personelnya karena harus menangani berbagai bencana lain, termasuk pohon tumbang di beberapa wilayah.
"Kami mohon maaf, TRC (Tim Reaksi Cepat) terbagi dua. Sebagian menangani normalisasi sungai di Pau, sebagian lagi menangani kebencanaan lain,” ujar Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada.









![[QUIZ] Dari Karakter Upin Ipin, Kami Tebak Gaya Megibungmu](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)






![[QUIZ] Lagu Bali Nostalgia Favorit, Kamu Diam-Diam Merindukan Orang Ini](https://image.idntimes.com/post/20250528/pexels-asadphoto-1024960-a2eea99d44ffa312118a8aa3ee5a4c6a-fb762f431bec99113a9a5675cc2c451d.jpg)

