Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lahan Sawah di Tabanan Menyusut, Namun Jumlah Petani Tetap Bertambah

Lahan Sawah di Tabanan Menyusut, Namun Jumlah Petani Tetap Bertambah
Sawah di Tabanan. (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Tabanan, IDN Times - Tabanan dikenal sebagai lumbung berasnya Bali. Tersedianya lahan sawah yang luas, turut mendorong masyarakat untuk tetap menekuni profesi dalam bidang pertanian, selain bergiat di bidang pariwisata.

Meskipun setiap tahunnya digempur dengan penyusutan lahan sawah, profesi petani di Tabanan ternyata tidak sepenuhnya ditinggalkan. Jumlahnya justru meningkat pada tiga tahun terakhir. 

1. Luas lahan sawah di Tabanan mencapai 19.394,16 hektare

Sawah di Tabanan. (IDN Times/Wira Sanjiwani
Sawah di Tabanan. (IDN Times/Wira Sanjiwani

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana belum lama ini mengatakan bahwa berdasarkan data di Dinas Pertanian, luas lahan sawah di Tabanan pada tahun 2017 tercatat 21.089 hektare dan pada tahun 2020 tercatat 19.394,16 hektare. Dalam rentang waktu tiga tahun tersebut terjadi penyusutan sebesar 1694,84 hektare.

Wiadnyana mengatakan meski terjadi penyusutan luas lahan sawah di Tabanan, tidak semuanya beralih fungsi menjadi bangunan.

"Jika penyusutan sebesar 200 sampai 500 hektare per tahun, maka hanya 10 persennya saja yang ke bangunan," jelasnya.

Alih fungsi lahan sawah menjadi bangunan ini biasanya terjadi di daerah penyangga yang dekat dengan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung seperti Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri. Sementara jika alih fungsi di daerah atas seperti Kecamatan Pupuan, Baturiti, Penebel, dan Selemadeg Raya biasanya lebih ke arah tanaman perkebunan maupun hortikultura.

"Seperti daerah Baturiti dan Marga yang lebih beralih ke tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran dan buah. Sementara jika di Pupuan lebih ke arah tanaman perkebunan," ujar Wiadnyana.

2. Tabanan memiliki 236 subak dengan 136.965 petani

Sawah di Kabupaten Tabanan. (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Sawah di Kabupaten Tabanan. (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tabanan,  saat ini Tabanan memiliki 236 subak dengan 136.965 petani. Jumlah petani tahun 2020 ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, jumlah petani sebanyak 131.660 orang. Sementara pada tahun 2018 sebanyak 128.544 orang.

Jika dilihat pada tiga tahun terakhir yaitu 2018-2020, jumlah petani di Tabanan mengalami peningkatan. Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Tabanan, Drh. Ni Nyoman Riawati, Jumat (30/10/2020) mengatakan peningkatan setiap tahunnya tidak bisa diprediksi. "Memang ada  peningkatan setiap tahun, tetapi kita tidak bisa prediksi seberapa besar peningkatannya," ujarnya.

Untuk tahun 2020, terjadinya peningkatan cukup besar yaitu sebanyak 5.305 orang, kemungkinan karena banyak yang beralih profesi menjadi petani akibat dirumahkan karena pandemi COVID-19. Namun Ria mengatakan, alih profesi ini bukan berarti menjadi petani dadakan.

"Sebab, mereka yang alih profesi ini sudah punya lahan sawah sebelumnya dan keluarganya memang sudah bertani," jelas Ria.

3. Air dan pemasaran, permasalahan klasik pertanian

foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Wira Sanjiwani)
foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Ria melanjutkan, permasalahan klasik dunia pertanian yang selalu menjadi keluhan petani adalah ketersediaan air dan pemasaran. Begitu pula dengan harga yang tidak stabil, terlebih saat panen raya. Padahal pertanian adalah profesi yang menjanjikan, mengingat menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. 

Pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kabupaten memberikan bantuan seperti pupuk subsidi, perbaikan irigasi, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), dan bantuan sarana prasarana pertanian baik pra panen maupun pasca panen agar bisa lebih membantu para petani.

Dalam hal pemasaran, Kabupaten Tabanan telah mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan dalam menyalurkan produk pertanian Tabanan. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ni Ketut Wira Sanjiwani
Ni Ketut Sudiani
Ni Ketut Wira Sanjiwani
EditorNi Ketut Wira Sanjiwani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Mengenal Tari Baris Duwe di Tabanan, Penari Pantang Makan Daging Sapi

09 Apr 2026, 23:25 WIBNews