Peternak di Tabanan Putar Otak Cukupi Stok Sperma Babi untuk IB

Tabanan, IDN Times - Permintaan inseminasi buatan (IB) untuk ternak babi di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan. Namun permintaan tinggi ini ternyata tidak diiringi ketersediaan sperma babi yang diperlukan untuk IB.
Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, drh. I Gede Eka Parta Ariana, produksi sperma dari UPTD Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Provinsi Bali terbatas. Selain itu, distribusi yang belum merata dan belum memenuhi kebutuhan juga menjadi salah satu kendala.
Hal ini membuat sebagian peternak di Tabanan harus menunggu atau bahkan beralih ke cara lain. Seperti salah satu peternak babi di Tabanan yang memproses sendiri produk sperma babi dalam memenuhi kebutuhan IB pada ternak babinya.
1. Setiap bulan ada 200 akseptor atau babi betina yang membutuhkan IB

Eka Parta menjelaskan, setiap bulan, sekitar 200 akseptor atau babi betina yang membutuhkan layanan IB di Tabanan. Permintaan IB babi paling tinggi tercatat di tiga kecamatan, yakni Baturiti, Penebel, dan Marga.
Namun, di tengah permintaan tinggi, terjadi keterbatasan stok sperma yang diperlukan untuk IB. Meski ketersediaan stok sperma terbatas, minat peternak terhadap IB tetap tinggi.
"Hasil IB itu maksimal jika didukung oleh kesiapan petugas, kualitas sperma, dan ketepatan waktu estrus pada induk babi. Hal ini menyebabkan banyak peternak yang berminat menjalankan IB pada ternak babinya," kata Eka Parta, Rabu (8/4/2026)
2. Peternak ada yang menggunakan kawin manual

Dikarenakan keterbatasan ketersediaan sperma, peternak di Tabanan mengambil beberapa langkah lain agar ternak babinya bisa bunting. Salah satunya adalah menggunakan metode kawin manual dengan pejantan.
“Langkah tersebut menjadi alternatif cepat, meski tidak seunggul metode IB yang memiliki tingkat keberhasilan sekitar 70 persen serta mampu meningkatkan kualitas ternak,” ujar Eka Parta.
3. Peternak di Marga Tabanan melakukan pemenuhan sperma babi secara mandiri

Salah satu peternak babi dari Desa Baru, Kecamatan Marga, I Ketut Gede Jaya Ada mengatakan selama ini ia selalu menerapkan IB untuk ternak babinya. Untuk memenuhi sperma babi dalam pelaksanaan IB ke ternak babinya, Jaya mengaku sudah melakukan proses sendiri.
"Sperma babi kita proses sendiri. Untuk babi pejantan kami punya 12 ekor," katanya.
Oleh karena sudah bisa memproses sperma babi sendiri, Jaya mengaku ia juga memenuhi kebutuhan sperma babi untuk peternak lainnya. "Per paket dikenakan biaya Rp150 ribu," katanya.


















