Denpasar, IDN Times - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) RI Provinsi Bali mengimbau pelaksanaan malam Takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah/Tahun 2026 tanpa pengeras suara dan petasan.
Imbauan ini tertulis secara rinci berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: B.30.800.1.6.2/61594/PK/ BKPSDM tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 serta diskusi berbagai perwakilan umat beragama di Bali.
Surat edaran tersebut menghasilkan seruan bersama tentang pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/Tahun 2026 yang bertepatan dengan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Surat itu menuliskan imbauan kepada umat Islam di Bali melaksanakan Takbiran di Masjid atau Mushola terdekat dengan berjalan kaki.
Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Bali, Wina Maya Lestari menjelaskan imbauan tersebut adalah antisipasi jika hari suci Nyepi dan Malam Takbiran terjadi bersamaan.
“Secara kalender diputuskan tanggal 21. Nah, kita hanya berjaga-jaga. Siapa tahu mungkin nanti dari hilalnya atau itu nanti ditentukan mungkin oh ternyata hilalnya ditemukan di tanggal 20 atau bagaimana,” ujar Wina kepada IDN Times Selasa (3/3/2026).
