Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260116-WA0021.jpg
Jembatan penghubung di Luwus, Baturiti putus akibat hujan deras (Dok.IDNTimes/istimewa)

Tabanan, IDN Times - Jembatan penghubung Luwus–Petang tepatnya di Banjar Poyan, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan putus saat hujan deras Kamis lalu, 5 Januari 2026. Jembatan ini sendiri menjadi akses penghubung menuju Desa Petang, Kabupaten Badung

Akibat kejadian ini, akses lalu lintas antarwilayah terganggu dan tidak dapat dilalui kendaraan. Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Mekarsari atau Perean.

1. Tanda peringatan dipasang dan masyarakat diarahkan ke jalan alternatif

Jembatan penghubung di Luwus, Baturiti putus akibat hujan deras (Dok.IDNTimes/istimewa)

Camat Baturiti, Sayu Made Parwati, menyampaikan pihak kecamatan telah mengambil langkah awal dengan memasang tanda peringatan di sekitar lokasi jembatan putus guna mencegah pengguna jalan melintas.

"Untuk sementara, pengguna jalan sudah kami arahkan agar tidak melintas ke lokasi dan mencari jalur alternatif demi keselamatan. Jalur alternatif melalui jalur Mekarsari atau Perean” ujarnya Jumat, (16/1/2026).

2. Jembatan sudah masuk perencanaan perbaikan tahun 2026

Tim dari PUPRPKP Tabanan melihat kondisi jembatan yang putus di Luwus, Baturiti, Tabanan (Dok.IDNTimes/istimewa)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tabanan (PUPRPKP), Made Dedy Darmasaputra, menjelaskan sebenarnya perbaikan jembatan yang putus tersebut telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran tahun 2026.

“Nilai perbaikannya sekitar Rp200 juta. Namun karena terjadi kejadian lagi, tim kembali melakukan pengecekan di lapangan karena rencana penanganan mengalami perubahan,” jelasnya.

3. Jembatan jebol akibat gorong-gorong tidak mampu menahan debit air hujan

Tim dari PUPRPKP Tabanan melihat kondisi jembatan yang putus di Luwus, Baturiti, Tabanan (Dok.IDNTimes/istimewa)

Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan Dinas PUPRPKP hari ini, jembatan tersebut jebol pada Kamis sekitar pukul 17.00 Wita. Jebolnya karena gorong-gorong lama yang tidak mampu menahan debit air saat hujan lebat.

Dedy menambahkan, pihaknya juga tengah mengkaji kemungkinan pembangunan jembatan sementara agar aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat berjalan.

“Kami pastikan penanganan jembatan ini akan dilaksanakan tahun ini,” katanya.

Editorial Team