Koordinator GRM: Investasi Asing Bikin Kekayaan Alam Cepat Dirampok

Kalau menurutmu gimana nih, guys?

Badung, IDN Times - Massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF dan Bank Dunia kembali turun ke jalan, Minggu (14/10) siang tadi. Kali ini, aksi dilakukan di Nusa Dua, berdekatan dengan tempat dilangsungkannya International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeting tahun 2018 (IMF-WB AM 2018).

1. Masih dengan tuntutan yang sama

Koordinator GRM: Investasi Asing Bikin Kekayaan Alam Cepat DirampokPixabay.com/stevepb

Baca Juga: 2 Alasan Utama Sri Mulyani Terpilih Jadi Menkeu Terbaik Asia Pasifik

Koordinator GRM IMF-WB, M Ali, mengatakan aksi ini sebagai bentuk sikap politik terhadap hasil yang baru dari pertemuan tahunan kedua lembaga itu. Menurutnya, pertemuan IMF-WB hanya menghasilkan kejahatan melalui gelontoran utang baru bagi pemerintah.

"Utang tersebut adalah investasi asing untuk mempercepat perampokan terhadap kekayaan alam dan membuat kemiskinan semakin memburuk,” kata Ali dalam keterangan resminya, Minggu (14/10).

2. Sesalkan sikap pemerintah

Koordinator GRM: Investasi Asing Bikin Kekayaan Alam Cepat DirampokDok.IDN Times/Istimewa

Dalam kesempatan yang sama, Ali juga menyesalkan pemerintah yang menunjukkan sikap anti demokrasi. Dikatakannya, pemerintah telah menindas rakyat yang menyatakan sikap menentang diadakannya pertemuan IMF-WB 2018.

"Buktinya mereka melarang kegiatan Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-Bank Dunia yang tergabung dalam People’s Global Conference (PGC) Against IMF-World bank," jelasnya.

Padahal seluruh kegiatan yang dilakukan oleh GRM dan PGC merupakan pertemuan yang sah dan dijamin undang-undang.

“Pertemuan ini untuk menawarkan informasi alternatif yang bebas dari intervensi dan dominasi imperialisme. Kami juga bukan ancaman untuk Indonesia," tuturnya.

3. Pertemuan terakhir IMF-WB 2018

Koordinator GRM: Investasi Asing Bikin Kekayaan Alam Cepat DirampokDok. IDN Times/Pemprov Bali

Baca Juga: Sri Mulyani: Indonesia Tidak Ngutang ke IMF

Seperti diketahui, tepat Minggu (14/10) ini merupakan hari terakhir dari rangkaian pertemuan IMF-WB di Nusa Dua. Dalam siaran pers yang diterima IDN Times, sejumlah kegiatan menarik soal terkait perekonomian masih digelar.

Satu di antaranya pertemuan G-30 yang mana gubernur bank sentral akan bertemu dan membahas banyak hal soal permasalahan ekonomi dunia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, diagendakan hadir dalam pertemuan tersebut.

Selain itu juga akan diadakan pertemuan tingkat tinggi yang membahas tentang ekonomi Islam di BNDCC, Nusa Dua. Dan yang terakhir adalah seminar internasional sektor keuangan yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya