Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 29 Maret 2026, Tanam Tumbuhan Berbuah

Hari Baik Menurut Hindu Bali 29 Maret 2026, Tanam Tumbuhan Berbuah
Ilustrasi Pohon Mangga (Pexels.com/Khalil Atif Khan)
Intinya Sih
  • Kalender Bali Digital mencatat 29 Maret 2026 sebagai hari baik untuk menanam tumbuhan berbuah, dengan berbagai ramalan terkait aktivitas spiritual dan pekerjaan harian.
  • Beberapa hari seperti Geni Rawana dan Kala Buingrau memiliki makna khusus, masing-masing baik untuk pekerjaan menggunakan api serta pemujaan leluhur, namun tidak disarankan untuk membangun rumah.
  • Hari Semut Sedulur dianggap tepat untuk gotong royong dan kegiatan sosial, sementara Srigati Jenek mendukung aktivitas pertanian seperti menanam dan menyimpan padi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Minggu, 29 Maret 2026. Mengawali pagi ini ada hari kajeng rendetan adalah hari baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Geni rawana adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. Lebur awu adalah hari yang tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. Hari ini baik untuk membangun irigasi.  Berikut ramalan hari baik selengkapnya.

Baik memuja leluhur

ilustrasi leluhur (unsplash.com/Polina Kuzovkova)
ilustrasi leluhur (unsplash.com/Polina Kuzovkova)

Kala buingrau merupakan hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Kajeng kliwon enyitan adalah hari baik untuk mulai membuat sesikepan atau sesuatu yang berkekuatan gaib.

Kala jangkut adalah hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata. Kala kutila manik merupakan hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah. Hari ini baik untuk buat alat perangkap dan upacara Bhuta Yadnya

Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rekatadala ayudana merupakan hari baik untuk menanam tanaman yang beruas atau berbuku, melakukan dana punia atau beramal. 

Kala rumpuh merupakan hari yang tidak baik untuk pindah rumah, mulai memelihara ternak seperti ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, dan babi. Kaleburau artinya tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Namun, tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben. 

Baik gotong royong

Ilustrasi gotong royong membersihkan area pura. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi gotong royong membersihkan area pura. (IDN Times/Yuko Utami)

Semut sedulur merupakan hari baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, dan membentuk perkumpulan. Namun, tidak baik mengubur atau membakar mayat. Srigati jenek adalah hari baik untuk menanam padi, menyimpan padi di lumbung, serta pelaksanaan upacaranya. 

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Titibuwuk adalah hari baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk mulai suatu pekerjaan penting, bepergian, dan membuat tangga. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Langgeng Kayowanan, Pratiti: Tresna.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Bali

See More