Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Baik Menurut Hindu Bali 16 Juni 2026, Saatnya Menangkap Ikan
Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Tanggal 16 Juni 2026 disebut hari baik kala katemu, cocok untuk menangkap ikan, berburu, dan mengadakan pertemuan menurut kalender Hindu Bali.
  • Hari tersebut juga baik untuk pekerjaan yang menggunakan api serta membuka lahan pertanian baru, namun tidak disarankan untuk bercocok tanam atau membuat peralatan dari besi.
  • Subacara menjadi waktu tepat melangsungkan upacara dan membuat rencana baru, sementara beberapa kombinasi hari lain dianggap kurang baik untuk pekerjaan penting atau kegiatan yadnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rahajeng semeng semeton sareng sami, selamat pagi teman-teman semuanya. Bagaimana kabar hari ini? Semoga baik dan sehat selalu. Sebelum melanjutkan aktivitas harian, kamu dapat membaca ramalan hari baik Hindu Bali dari Kalender Bali Digital.

Mengawali Selasa, 16 Juni 2026 ada hari baik kala katemu yang baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca lebih lengkap di bawah ini.

1. Baik untuk pekerjaan dengan api

Ilustrasi api (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Geni rawana dan Gni rawana rangkep adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. 

Babi munggah artinya tidak baik untuk bercocok tanam. Geheng manyinget adalah hari yang tidak baik untuk segala pekerjaan penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan.

2. Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Kala dangu artinya tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. 

Kala bancaran merupakan hari baik untuk membuat senjata, taji, pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk mengadap nira). Kala beser adalah hari baik untuk menyadap tirta, mengasah taji, dan tombak. Namun, tidak baik untuk membuat empangan/bendungan, serta berbicara yang sifatnya rahasia. 

3. Baik melangsungkan upacara

Ilustrasi sembahyang di pura. (IDN Times/Yuko Utami)

Subacara adalah hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat atau menunjuk petugas, mulai berlatih/belajar. 

Uncal balung artinya tidak baik melakukan semua jenis perkerjaan yang dianggap penting. Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Kinasihan Amerta, Pratiti: Wedana.

Editorial Team

Related Article