Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 13 Mei 2026, Saatnya Belajar Menari

Hari Baik Menurut Hindu Bali 13 Mei 2026, Saatnya Belajar Menari
Ilustrasi tari Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
Intinya Sih
  • Pada 13 Mei 2026, kalender Bali menunjukkan hari baik untuk belajar menari, menabuh, membuat bubu, seser, dan jaring.
  • Hari tersebut juga cocok untuk membuat alat perangkap seperti ranjau, pagar, dan lubang penghalang serta melaksanakan upacara Bhuta Yadnya.
  • Beberapa kegiatan tidak disarankan dilakukan, seperti pernikahan, potong rambut, membangun rumah, Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital untukmu. Pada Rabu, 13 Mei 2026 ini ada berbagai ramalan hari baik dengan kala jengking. Ini adalah hari baik untuk mulai belajar menari, menabuh, membuat bubu, seser, dan jaring. Namun, tidak baik untuk Manusa Yadnya, menikah, dan upacara potong rambut. 

Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kajeng kipkipan artinya baik untuk membuat dungki (keranjang kecil tempat ikan). Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Baik memasang alat perangkap

ilustrasi perangkap kepiting (unsplash.com/Meritt Thomas)
ilustrasi perangkap kepiting (unsplash.com/Meritt Thomas)

Kala kutila manik adalah hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, dan alat perangkap. Hari ini juga baik untuk pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya. Kala jangkut artinya baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata. 

Kala keciran artinya baik untuk membuat pisau penyadap (pengiris), mulai memotong nira, membuat atau membuka saluran air. Kajeng uwudan adalah hari yang tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. 

Baik membuka lahan pertanian

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Kala luang adalah hari baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. 

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melaksanakan Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain. Purwanin dina artinya tidak baik sebagai dewasa ayu.

Baik memasang pagar

ilustrasi pagar besi hitam (vecteezy.com/imrandk)
ilustrasi pagar besi hitam (vecteezy.com/imrandk)

Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun. Hari ini juga memperbaiki pagar seperti membuat tali pengikat padi atau benda-benda mati. 

Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun dan membuat tali ternak. Kala suwung merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa ayu dan berkunjung. Pararasan: Laku Surya, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Wedana.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Bali

See More