Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Manggis di Pasar China Anjlok, Petani Tabanan Pusing

Harga Manggis di Pasar China Anjlok, Petani Tabanan Pusing
ilustrasi buah manggis (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
Share Article

Tabanan, IDN Times - Permintaan buah manggis ke China tahun 2023 ini tidak memiliki batas atau unlimited. Namun meski diterima sebanyak apa pun, harga jual manggis di pasar China justru jeblok. Hal ini karena masih belum pulihnya perekonomian di negara tersebut.

Sementara di satu sisi, sebagian manggis yang dihasilkan petani tidak memenuhi kualitas ekspor karena cuaca yang tidak mendukung.

1. Kualitas buah manggis menurun

ilustrasi manggis (unsplash.com/Art Rachen)
ilustrasi manggis (unsplash.com/Art Rachen)

Direktur PT Bagus Segar Utama sekaligus pengekspor manggis, I Wayan Artika, merintis usaha ekspor manggisnya ini pada 2019 lalu. Dalam memenuhi kebutuhan manggis untuk diekspor, ia mengambil manggis dari petani di Kabupaten Tabanan; Singaraja, Kabupaten Buleleng; Kabupaten Karangasem, dan Negara, Kabupaten Jembrana.

Namun pada 2023 ini, karena manggis berbunga ketika musim kemarau, maka hasil panennya tidak begitu memuaskan. Sebab buahnya menjadi kecil-kecil. Selain itu, jumlah kualitas manggis super untuk kategori ekspor, jumlahnya menurun.

Menurutnya, saat cuaca mendukung biasanya petani manggis bisa menghasilan buah manggis kualitas super sebanyak 70 persen dari hasil panen.

"Sekarang cuma 10-20 persen saja buah kualitas super yang dihasilkan petani. Sehingga hasil panen tahun ini lebih banyak keserap pasar domestik," ujar Artika, Rabu (27/12/2023).

2. Harga jual di Tiongkok ikut jeblok

ilustrasi buah manggis (pixabay.com/taboty)
ilustrasi buah manggis (pixabay.com/taboty)

Artika memaparkan, pemasok buah manggis ke China pada tahun 2023 ini hanya dari Indonesia. Sebab Thailand yang biasanya ikut memasok sedang tidak memiliki stok manggis.

Permintaan manggis ke China pun tidak terbatas. Mereka akan menerima berapa pun jumlahnya. Namun karena produksi panen dari petani menurun, otomatis buah manggis yang dikirimkan ke China ikut menurun.

"Seharusnya kalau barang yang dikirim sedikit kan harganya naik. Tetapi ini tidak. Harga jual manggis di China malah jeblok. Yaitu Rp54 ribuan per kilogram. Jauh dari harga sebelumnya yang mencapai Rp100 ribuan per kilogram," kata Artika.

Penurunan harga manggis di pasar China. dipicu oleh lesunya perekonomian di negara tersebut.

3. Ratusan ton manggis diekspor ke China

Manggis (pixabay.com/deaphen)
Manggis (pixabay.com/deaphen)

Pihaknya tetap melakukan pengiriman manggis ke China meskipun harganya anjlok. Sebanyak 300 ton manggis telah dikirim ke negara tersebut pada 2023. Dari jumlah tersebut, 150 ton merupakan hasil pertanian dari Kabupaten Tabanan.

Seorang petani manggis di Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Ketut Budiarta, mengatakan buah manggis yang dihasilkan tahun ini memang tidak begitu bagus kualitasnya. Terutama ketika musim panen raya, harga jualnya murah. Untuk kualitas lokal harganya Rp4.000 per kilogram. Padahal sebelumnya sempat menyentuh Rp15.000 per kilogram.

Murahnya harga jual ini membuat Budiarta memutuskan untuk tidak menjual buah manggisnya, meski banyak pengepul yang datang untuk membeli.

"Apalagi tukang petiknya juga susah dicari. Selain itu jasa tukang petik juga mahal. Mereka mematok harga jasa Rp2.000 per kilogram manggis. Jadi mending tidak dijual saja meski sedang panen," jelas Budiarta.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Ni Ketut Wira Sanjiwani
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More

Prakiraan Cuaca BMKG 26 Juni 2026, Bali Cerah Berawan

26 Jun 2026, 10:02 WIBNews