Perjalanan Pie Susu Dhian Jadi Oleh-oleh Khas Bali yang Otentik

- Pie Susu Dhian berdiri sejak 2010 oleh Komang Sukadasna dengan tujuan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar Denpasar, dan kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Bali yang populer.
- Saat pandemi COVID-19 melanda, omzet Pie Susu Dhian turun hingga 70 persen karena sektor pariwisata lumpuh, namun bisnis ini beradaptasi lewat penjualan online dan promo cashback.
- Produk Pie Susu Dhian dijual seharga Rp2.500 per buah dengan varian rasa seperti original, keju, cokelat, serta cokelat keju, dan tersedia untuk pemesanan maupun reseller.
Alam, budaya, kuliner adalah paket lengkap hiburan yang akan dicari oleh wisatawan. Daerah yang memiliki paket tersebut pasti akan menjadi destinasi wisata favorit. Seperti Bali, contohnya, yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.
Karena keindahan itu tidak bisa dibawa pulang, maka wisatawan lebih memilih mengabadikan momennya hingga berbelanja camilan sebagai buah tangan. Camilan yang sering diburu di Bali adalah pie susu. Rasanya sangat otentik, creamy, manis, banyak varian rasa, dan terjangkau harganya. Banyak sekali pilihan pie susu yang memiliki merek terkenal. Satu di antaranya Pie Susu Dhian.
Kamu penasaran gak sih gimana kisah perjalanan Founder Pie Susu Dhian ini hingga produknya laris manis di pasaran? Berikut ini cerita Komang Sukadasna, Founder Pie Susu Dhian.
Table of Content
1. Awalnya hanya ingin membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat di sekitar rumah Komang Sukadasna
Tujuan Komang Sukadasna hanya satu pada saat memulai bisnis Pie Susu Dhian tahun 2010 silam yaitu membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat di rumahnya. Sekadar diketahui, rumah produksi Pie Susu Dhian berada di Jalan Nangka Nomor 47A, Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.
Perlahan namun pasti. Masyarakat mulai menggemari pie susu buatannya. Bisnisnya tumbuh pesat. Produk varian yang paling digemari adalah original.
“Pada awalnya saya tidak menyangka bahwa bisnis saya bisa berkembang hingga seperti sekarang. Astungkara, kini bisnis saya telah membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang, dan tujuan awal saya mendirikan bisnis ini telah tercapai,” kata Sukadasna.
2. Omzet menurun ketika pandemik menerjang Bali

Pandemik menerjang Bali pada Maret 2020. Seluruh aktivitas yang menimbulkan kerumunan di Bali dibatasi. Hiburan, hotel, restoran, tempat wisata, hingga pusat oleh-oleh tutup. Mati suri, bahkan. Wabah COVID-19 telah mengubah Pulau Bali. Kondisinya benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Meskipun pariwisata Bali pernah diguncang oleh tragedi Bom Bali beberapa tahun silam, namun kondisi saat ini jauh lebih parah. Untuk pertama kalinya bisnis perhotelan di sektor pariwisata mengalami masa kelam.
Fakta telah berbicara. Omzet Pie Susu Dhian ikut menurun sekitar 70 persen ketika pandemik melanda Bali.
“Sejak pandemik melanda, omzet kami menurun sekitar 70 persen karena pasar kami adalah sektor oleh-oleh pariwisata,“ kata Manajer Operasional Pie Susu Dhian, I Gede Sudiarta.
Seiring pemakaian gudget dan belanja online meningkat, perusahaan ini kemudian beralih toko. Mereka menjual Pie Susu Dhian melalui marketplace dan menawarkan berbagai macam promo seperti cashback untuk menarik minat pembeli.
”Pelanggan kami bertransaksi secara nirkontak atau contactless. Dari sisi bisnis, kami sangat terbantu karena tidak perlu lagi menyiapkan uang kembalian yang terlalu banyak di outlet kami dan juga terhindar dari risiko menerima uang palsu,” jelas Sudiarta.
3. Harga
Lokasi produksi Pie Susu Dhian ada di Jalan Nangka Nomor 47A, Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Pie Susu Dhian memiliki banyak varian, seperti original, keju, cokelat, dan cokelat keju. Satu kotak isi 6 dengan harga Rp21.000 untuk Premium Quality , untuk Pie Susu Dhian Original dihargai Rp22.000 per kotak.
Kamu bisa bertanya terkait ketersediaan produk dan pemesanan dengan menghubungi nomor 085739822055. Mereka menerima reseller juga lho.
FAQ Seputar Pie Susu Dhian
| Apakah Pie Susu Dhian sudah bersertifikat Halal? | Ya, Pie Susu Dhian sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI serta terdaftar resmi di P-IRT dinas kesehatan, sehingga aman dikonsumsi oleh seluruh kalangan masyarakat. |
| Berapa lama daya simpan (masa kedaluwarsa) Pie Susu Dhian? | Karena diproduksi tanpa bahan pengawet, kue ini tahan selama 7 hari di suhu ruangan. Jika dimasukkan ke dalam kulkas (chiller) bisa bertahan hingga 14 hari, dan apabila disimpan di dalam freezer bisa awet hingga 1 bulan. |
| Mengapa tidak ada tanggal kedaluwarsa (expired date) yang tertera pada kemasannya? | Pabrik Pie Susu Dhian biasanya tidak menempelkan label tanggal kedaluwarsa karena kue dikirim dalam kondisi selalu baru setiap hari setelah diproduksi. Ketahanan produk sepenuhnya bergantung pada cara penyimpanan konsumen sejak tanggal pembelian/penerimaan produk. |
| Bagaimana cara mendeteksi apakah Pie Susu Dhian masih layak makan atau tidak? | Selama kulit (pastry) dan vla susu di bagian tengahnya belum ditumbuhi bintik hitam/putih (jamur) dan aromanya tidak asam, pie susu masih aman dan layak untuk dikonsumsi. |


















