Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FOR HATI Bali Desak Transparansi Tata Ruang, Pansus TRAP: Pura di-SHGB
Peserta FOR HATI Bali audiensi di Wantilan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Yuko Utami)
  • FOR HATI Bali menggelar audiensi di DPRD Provinsi Bali untuk menuntut transparansi tata ruang dan memastikan pembangunan tetap selaras dengan alam serta budaya Bali.
  • Pansus TRAP DPRD Bali menyoroti indikasi penyalahgunaan ruang yang dinilai ugal-ugalan, bahkan sampai ada pura yang berstatus SHGB.
  • Forum ini melibatkan berbagai organisasi Hindu dan masyarakat terdampak, dengan semangat bersama memantau pembangunan agar berpihak pada kelestarian dan kepentingan rakyat Bali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali menggelar audiensi dengan DPRD Provinsi Bali untuk meminta transparansi dalam tata ruang, aset, dan perizinan di wilayah Bali.
  • Who?
    Peserta audiensi sekitar 200 orang dari FOR HATI Bali, dipimpin Anak Agung Made Sudarsa, serta Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali yang diketuai I Made Suparta.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Wantilan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Denpasar.
  • When?
    Audiensi dilaksanakan pada Rabu, 3 Juni 2026, dimulai sekitar pukul 10.46 Wita.
  • Why?
    FOR HATI Bali menuntut keterbukaan tata ruang agar pembangunan tetap selaras dengan kelestarian alam, budaya, spiritualitas, serta kepentingan masyarakat Bali secara berkelanjutan.
  • How?
    Audiensi dilakukan melalui dialog terbuka antara FOR HATI Bali dan Pansus TRAP DPRD Bali yang membahas indikasi penyalahgunaan ruang dan pentingnya pengawasan publik terhadap kebijakan pembangunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Sekitar 200 orang peserta audiensi telah memenuhi Wantilan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, pada Rabu (3/6/2026). Mereka berasal dari Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali.

Koordinator FOR HATI Bali, Anak Agung Made Sudarsa, mengatakan forum ini untuk mengawal arah pembangunan di Bali yang tetap selaras alam dan budaya Bali.

“Forum ini lahir sebagai gerakan moral dan sosial untuk ikut mengawal pembangunan Bali agar tetap berpijak pada kelestarian alam, budaya, spiritualitas, dan kepentingan masyarakat Bali secara berkelanjutan,” jelas Sudarsa, Rabu (3/6/2026).

Audiensi dimulai sekitar pukul 10.46 Wita. Peserta audiensi disambut Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali. Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Suparta, menyapa satu per satu elemen organisasi yang hadir.

Ia mengapresiasi inisiatif audiensi hari ini dari FOR HATI Bali. Suparta menegaskan ada banyak hal yang harus dibahas terkait polemik tata ruang di Bali.

“Kami memberikan apresiasi atas bantuan dan dukungannya, banyak substansi yang harus kita dalami karena terindikasi penggunaan ruang sudah sangat brutal dan ugal-ugalan, bisa pura di SHGB-kan,” ujar Suparta.

Forum mendukung kerja-kerja Pansus TRAP DPRD Bali untuk menunjukkan transparansi tata ruang dan perizinan di Bali.

“Menjaga Bali tidak hanya bisa diserahkan kepada pemerintah dan mekanisme pasar butuh bantuan masyarakat untuk melakukan pengawasan,” ujar Agung Sudarsa.

Forum ini hadir dengan slogan Rakyat Bersama Memantau Pembangunan Bali. Terdiri dari berbagai organisasi Hindu dan kelompok masyarakat yang terdampak sengkarut perizinan dan tata ruang di Bali.

Editorial Team

Related Article