Ilustrasi pemakaman positif corona (IDN Times/Candra Irawan)
Menjawab pertanyaan seperti itu dari IDN Times, Koster mengatakan pasien yang sudah meninggal dan baru diambil sampel swab, sudah tentu imunnya habis. Sementara saat dirawat, ia bukan sebagai pasien COVID-19. Hal ini berbeda dengan pasien yang memang sejak awal ditangani karena COVID-19.
“Kayak kemarin dihitung juga. Kan ada yang dari Werdi Bhuana itu ya. Sebenarnya kan dia tidak pasien, tapi sudah menderita penyakit jantung. Udah lama, baru dan itu sempat opname. Sebelumnya udah dua tahun dan beberapa kali opname. Udah parah sebenarnya. Nah terus masuk rumah sakit meninggal. Setelah meninggal baru diambil swab,” terangnya.
Sedangkan terkait dengan kematian bocah GALP (12) asal Desa Serongga, Kabupaten Gianyar, Menurut Koster, orangtua yang bersangkutan sudah mengonfirmasi bahwa anaknya dirawat bukan karena kasus COVID-19.
“Lha kalau orang meninggal diambil swab pasti imunnya habis. Karena orang meninggal diambil swab, ya pasti positif. Diambil COVID-19 swab, positif. Diambil DB (Demam Berdarah), positif. Apa saja diambil kaitannya dengan virus, pasti positif. Karena orang meninggal imunnya habis,” katanya.