Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta Baru Kasus Mutilasi Ketewel, 12 Kali Diintai Sebelum Diculik

Fakta Baru Kasus Mutilasi Ketewel, 12 Kali Diintai Sebelum Diculik
Barang bukti kasus penculikan dan mutilasi WN Ukraina (IDN Times/Ayu Afria)
Intinya Sih
  • Polda Bali mengungkap korban Ihor Komarov telah diintai selama sebulan sebelum penculikan, dengan pelaku bergantian memantau lokasi tinggal korban hingga empat kali sehari.
  • Penyelidikan menunjukkan pelaku menyewa berbagai kendaraan menggunakan paspor palsu untuk memantau korban, diperkuat bukti CCTV dan data GPS yang menelusuri pergerakan mereka.
  • Kepolisian memastikan identitas para pelaku konsisten sejak tahap pengintaian hingga pascakejadian, dibuktikan dengan temuan bercak darah di kendaraan sewaan yang digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Denpasar, IDN Times - Teka-teki kematian warga Ukraina, Ihor Komarov (28), yang jasadnya dimutilasi dan ditemukan di muara Sungai Wos Teben wilayah Banjar Keden, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada Kamis lalu, 26 Februari 2026 sekitar pukul 10.00 Wita terkuak.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Kombespol I Gede Adhi Mulyawarman, mengatakan korban sudah diintai selama satu bulan sebelum penculikan pada Minggu, 15 Februari 2026 di Jimbaran. Pelaku survei di sekitar lokasi tinggal Ihor secara bergantian dengan menggunakan kendaraan yang berbeda-beda. Mereka mengintai empat kali sehari yang dimulai sejak 25, 28, dan 29 Januari 2026.

"Mulai dari satu bulan sebelumnya itu beberapa orang kami identifiksikan melakukan, mencari korban di seputar korban menginap," ungkapnya, pada Senin (30/3/2026).

1. Korban diintai pelaku mengunakan kendaraan yang berbeda-beda

Polda Bali
Barang bukti kasus penculikan dan mutilasi WN Ukraina (IDN Times/Ayu Afria)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombespol I Gede Adhi Mulyawarman, menyebutkan pengintaian korban ini diketahui dari hasil penyelidikan berdasarkan keterangan para saksi, persesuaian analisa Infomasi dan Teknologi (IT). Pembuktian ini dilakukan pada kategori pra, pada saat, dan pascakejadian. Dari kegiatan survei tersebut, kamera closed circuit television (CCTV) di seputaran lokasi merekam jelas kendaraan dan wajah pelaku.

"Di situ kami telah mengidentifikasikan wajah yang terekam," terangnya.

2. Pelaku terbukti menyewa banyak kendaraan untuk tetap memantau korban

Polda Bali
Barang bukti kasus penculikan dan mutilasi WN Ukraina (IDN Times/Ayu Afria)

Hasil penyelidikan dan persesuian keterangan saksi, rekaman CCTV dan foto tersebut mengungkap bahwa seminggu sebelum kejadian, tepatnya 8 Februari 2026, pelaku menyewa kendaraan untuk kejahatan ini dengan menggunakan paspor palsu. Pembuktian itu dilengkapi dengan linimasa GPS pada kendaraan-kendaraan yang digunakan para pelaku, di antaranya mobil dan sepeda motor yang selalu berganti-ganti.

"Bahwa (pelaku) memang tetap melakukan survei di daerah tempat menginap korban," terangnya.

3. Kepolisian menyebut para pelaku terindentifikasi sama sejak awal

Polda Bali
Barang bukti kasus penculikan dan mutilasi WN Ukraina (IDN Times/Ayu Afria)

Hasil penyelidikan juga menguatkan, bahwa setelah beberapa kali pengintaian, para pelaku menculik korban dan dibawa ke beberapa lokasi dengan kendaraan sewa yang berbeda-beda. Hal ini terkonfimasi dari bercak darah yang ditemukan di kendaraan sewa tersebut.

"Orang-orang yang ada di kendaraan tersebut pada saat pra, sebelum kejadian, pada saat kejadian dan pascakejadian adalah orang-orang yang sudah kami identifikasikan tersebut," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More