Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Bayi Lahir di Tengah Puskesmas Watunggong Rusak, Butuh Alat

Kab. Gianyar
Cerita Bayi Lahir di Tengah Puskesmas Watunggong Rusak, Butuh Alat
Kondisi terkini ibu dan bayi Gempita Aurora Dewata yang lahir pascagempa di Nusa Tenggara Timur sekitar pukul 15.47 Wita, Sabtu (22/8/2026). (Dok.Kamilus Adem Saleman)
  • Bayi perempuan Gempita Aurora Dewata lahir sehat dan normal pada 22 Agustus 2026 di Posko Puskesmas Watunggong, Manggarai Timur, saat penanganan gempa NTT berlangsung.
  • Persalinan berbobot 3,3 kilogram dan panjang 50 sentimeter dibantu tiga bidan sukarela; ibu serta bayi masih diobservasi di posko dalam kondisi sehat.
  • Puskesmas Watunggong rusak parah dan layanan darurat kekurangan alat persalinan, ambulans, genset, air bersih, Starlink, serta sepeda motor untuk menjangkau wilayah sulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gianyar, IDN Times - Seorang bayi perempuan lahir di tengah penanganan bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (22/8/2026) pukul 12.55 Wita. Bayi tersebut bernama Gempita Aurora Dewata. Lahir di Posko Puskesmas Watunggong, Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur dalam kondisi sehat dan normal.

Nama bayi perempuan dari pasangan Maria Herni Sari dan Doni N Dewata ini diberikan oleh Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Republik Indonesia, Budiman, saat mengunjungi posko tersebut, Sabtu (22/8/2026).

  1. 1. Orangtua meminta Budiman untuk memberikan nama bayi mereka

    WhatsApp Image 2026-08-22 at 13.55.11.jpeg
    Bayi yang lahir pascagempa di garasi Puskesmas Watugong, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/8/2026). (Dok.Kemenkes RI)

    Kepala Puskesmas Watunggong, Kamilus Adem Saleman, bercerita saat itu Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Republik Indonesia, Budiman, sedang mengunjungi posko tak lama setelah bayi lahir. Orangtua bayi lalu meminta Budiman untuk memberikan nama kepada anak mereka.

    “Pak Budi kasih nama Aurora. Ternyata ada arti di balik nama ini. Lalu orangtuanya tambahkan Dewata, nama ayah bayi,” kata Kamilus saat diwawancara IDN Times, Sabtu (22/8/2026).

    Kamilus menjelaskan bayi tersebut lahir dengan bobot 3,3kg (kilogram) dan panjang badan 50cm (centimeter). Saat ini ibu dan bayinya masih berada di posko. Kondisi mereka dalam keadaan sehat.

    “Masih di posko, ibu dan bayi tidak bermasalah. Cuma dalam observasi bidan,” katanya.

  2. 2. Kelahiran Gempita Aurora dibantu tiga orang bidan tenaga sukarela

    Screenshot 2026-08-22 151736.png
    Medis memeriksa kondisi ibu dan bayi Gempita Aurora Dewata yang lahir pascagempa di Nusa Tenggara Timur sekitar pukul 15.47 Wita, Sabtu (22/8/2026). (Dok.Kamilus Adem Saleman)

    Proses lahirnya Gempita Aurora Dewata dibantu oleh tiga orang bidan tenaga sukarela. Mereka di antaranya Rosita Angela Bedeng, Vincensia Delacrus, dan Ensiana Susarni.

    Saat ini pihaknya kekurangan sejumlah alat kesehatan yang memadai, terutama untuk membantu proses melahirkan dan perawatan ibu serta bayi. Mulai dari alat pengisap lendir manual bernama dili, lampu penghangat bayi, inkubator, partus set, tabung oksigen kecil, infamer penghangat bayi, betadine, hecting set, pulse oximeter, USG, doppler, dan jelly.

  3. 3. Puskesmas rusak parah dan tidak layak pakai

    Screenshot 2026-08-22 151839.png
    Kondisi terkini Puskesmas Watunggong Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Manggarai Timur sekitar pukul 16.00 Wita, Sabtu (22/8/2026). (Dok.Kamilus Adem Saleman)

    Melalui tinjauan Budiman ke Posko Puskesmas Watunggong, Ia mengatakan kondisi Puskesmas Watunggong rusak parah dan sudah tidak layak pakai.

    Jarak posko dengan puskesmas tersebut tak sampai 10m (meter). Posko ini menggunakan garasi mobil yang gedungnya tidak rusak. Ia berharap agar Puskesmas Watunggong segera dibangun.

    “Kami cuma berharap puskesmas segera dibangun lagi. Masyarakat sangat membutuhkan fasilitas ini,” harap Kamilus.

    Sementara itu, kondisi rumahnya Kamilus termasuk aman meskipun ada beberapa keretakan bangunan. Jarak rumahnya ke Posko Puskesmas Watunggong sekitar satu jam.

  4. 4. Fasilitas mobil ambulans kurang dan butuh mesin listrik cadangan

    Screenshot 2026-08-22 151703.png
    Medis memeriksa kondisi ibu dan bayi Gempita Aurora Dewata yang lahir pascagempa di Nusa Tenggara Timur sekitar pukul 15.47 Wita, Sabtu (22/8/2026). (Dok.Kamilus Adem Saleman)

    Pihaknya juga membutuhkan mobil ambulans atau pusling. Saat ini telah ada satu unit ambulans serta dua unit sepeda motor dari tahun pengadaan 2018. Namun, Kamilus merasa bahwa fasilitas itu tidak cukup karena topografi wilayah yang cukup sulit dijangkau, sehingga ibu hamil harus dijemput dari desa ke desa lainnya untuk ke puskesmas.

    “Selain itu kami juga butuh mesin listrik cadangan (genset) karena PLN kurang stabil, sarana air bersih, starlink, dan sepeda motor,” imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More