Denpasar, IDN Times - El Nino Godzilla diprediksi akan berdampak di Indonesia hingga Oktober 2026. Akibatnya, kekeringan akan melanda sejumlah wilayah termasuk Bali. Cuaca panas menyengat hingga kekeringan mulai diwaspadai.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengaku pihaknya belum menerima laporan kekeringan maupun krisis air di wilayah Bali.
“Belum ada laporan kekeringan/krisis air untuk wilayah Bali. Dan juga belum ada hot spot pemantauan kebakaran hutan/lahan,” kata Teja saat IDN Times menghubungi, Senin (6/7/2026).
Meskipun belum ada pengaduan, Teja mengatakan pihaknya telah melaksanakan koordinasi siap siaga dan imbauan.
“Kami sudah melakukan koordinasi kesiapsiagaan dan himbauan. Karena puncak musim kemarau nanti di Agustus-September,” imbuhnya.
Langkah kesiapsiagaan ini mengajak instansi pemerintahan lainnya untuk mempersiapkan upaya preventif. Teja memaparkan Dinas PUPR dilibatkan dalam peningkatan infrastruktur jaringan air bersih maupun irigasi.
Sementara itu DKLH, kata Teja dilibatkan dalam meningkatkan pengawasan terhadap hutan termasuk pendakian, pemadam kebakaran, pertanian, dan sebagainya.
Saat ini pengaduan kasus kebakaran terjadi di bangunan semakin meningkat. Meskipun demikian kasus ini tidak berkaitan langsung dengan musim panas di Bali.
“Kasusnya meningkat sejak sebulan terakhir. Tidak berkaitan langsung,” kata dia.
Sementara itu, sejumlah kawasan di Bali diwaspadai mengalami kasus kekeringan dan krisis air, seperti Karangasem, Buleleng, Bangli, dan sebagainya.
