Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bali Selatan Macet, Dispar Ajak Promosi Kabupaten Hidden Gem
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Dispar Bali menyatakan kemacetan di Ubud dan sejumlah kawasan Bali Selatan belum memicu pembatalan kunjungan wisatawan, berdasarkan survei dan pengamatan bersama pelaku industri.
  • Dispar mengajak agen travel mempromosikan destinasi hidden gem di Buleleng, Karangasem, Jembrana, dan Bangli agar kunjungan serta manfaat ekonomi tidak terkonsentrasi di Bali Selatan.
  • Pada Juni 2026, kunjungan wisnus naik lebih dari 33 persen di Buleleng, 28 persen di Jembrana, dan 26 persen di Karangasem; Badung turun 1 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dispar Bali menyatakan kemacetan di Ubud dan sejumlah kawasan Bali Selatan belum memicu pembatalan kunjungan wisatawan, serta mengimbau agen perjalanan mempromosikan destinasi hidden gem di kabupaten lain.
  • Who?
    Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bali Ida Ayu Indah Yustikarini, agen perjalanan, wisatawan nusantara dan mancanegara, serta BPS Provinsi Bali terlibat dalam pemantauan dan promosi pariwisata.
  • Where?
    Kemacetan terjadi antara lain di Ubud, Sanur, Canggu, Seminyak, dan Kuta. Destinasi alternatif yang didorong berada di Buleleng, Karangasem, Jembrana, dan Bangli.
  • When?
    Pernyataan Dispar Bali disampaikan Senin, 3 Agustus 2026, setelah perilisan data BPS Bali. Data peningkatan kunjungan wisatawan nusantara tercatat pada Juni 2026.
  • Why?
    Promosi destinasi di luar Bali Selatan didorong untuk mengurangi penumpukan wisatawan di kawasan yang mengalami konsentrasi kunjungan berlebih dan memeratakan manfaat ekonomi pariwisata.
  • How?
    Dispar Bali mengimbau agen perjalanan menawarkan paket hidden gem. BPS mencatat kunjungan wisnus Juni 2026 meningkat lebih dari 33 persen di Buleleng, 28 persen di Jembrana, dan 26 persen di Karangasem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali membantah kondisi macet di area Ubud, Kabupaten Gianyar, berdampak kepada kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun nusantara (wisnus). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, saat ditemui setelah perilisan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Senin (3/8/2026).

“Kalau dari hasil survei kami dan pengamatan kami bersama dengan teman-teman pelaku industri tidak ada ya, belum ada (cancel),” ujar Dayu Indah di Kantor BPS Bali.

Ia menjelaskan, kemacetan di Ubud dan sejumlah kawasan macet di Bali Selatan belum berdampak pada cancellation atau pembatalan destinasi wisata.

“Misalnya kemacetan di Ubud karena kalau kita bicara tentang over concentrated tourism, itu kan hanya terjadi di area-area tertentu dan di jam-jam tertentu,” imbuhnya.

Area konsentrasi destinasi wisata berlebih itu, sebagian besar ada di kawasan Bali Selatan. Misalnya Ubud, Sanur, Canggu, Seminyak, dan Kuta.

Kata Dayu Indah, demi mengurangi kemacetan di kawasan wisata itu, Ia mengimbau pengusaha agen travel agar mempromosikan paket wisata hidden gem (tersembunyi).

“Kami tentu mengimbau para pengusaha travel agent untuk juga mempromosikan atau menawarkan hidden gem, hidden gem yang ada di kabupaten lain,” kata dia.

Lokasi wisata hidden gem itu disebutkan Dayu Indah berada di Buleleng, Karangasem, Jembrana, hingga Bangli. Sehingga wisatawan tidak tertumpuk di Bali Selatan saja. 

“Mari kita lebih memeratakan manfaat ekonomi ini ke kabupaten-kabupaten lain yang mungkin selama ini belum dikenal daya tarik wisatanya,” kata dia.

BPS Provinsi Bali mencatat ada peningkatan kunjungan wisnus ke sejumlah kabupaten hidden gem yang disebutkan Dayu Indah. Peningkatan ini terjadi pada Juni 2026, kunjungan ke Buleleng meningkat 33 persen lebih dan peningkatan ini paling tinggi.

Kabupaten Jembrana juga menunjukkan hal positif dengan peningkatan kunjungan wisnus sebesar 28 persen lebih. Disusul Karangasem dengan peningkatan kunjungan wisnus 26 persen lebih. 

Sementara itu, raksasa pariwisata seperti Badung justru mengalami penurunan kunjungan sebesar 1 persen. Sekaligus menjadi satu-satunya kabupaten yang mengalami penurunan kunjungan wisnus.

Editorial Team

Related Article