Denpasar, IDN Times - Provinsi Bali tengah disorot karena termasuk dalam pusaran perdagangan ilegal burung liar di Indonesia. Direktur Eksekutif FLIGHT, Marison Guciano, mengatakan pengawasan di dua pintu masuk dan keluar Bali tengah menghadapi krisis. Menurutnya, informasi terkait penyitaan dalam upaya pembongkaran penyelundupan satwa liar kerap mengalami kebocoran.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Padangbai menjadi pintu masuk utama penyelundupan burung liar dari Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk menjadi pintu keluar utama penyelundupan burung liar dari Bali menuju Pulau Jawa.
"Perdagangan ilegal burung kicau, mungkin spesies ini sering dianggap sebagai bukan spesies kunci ya. Jadi, sering kali dianggap hal yang biasalah perdagangan ilegal. Jadi juga sering kami temukan, 'Ah itu kan hanya burung', gitu loh. Padahal jaringan perdagangan ini sangat rapi gitu. Sangat rapi dan profesional," ungkapnya.
