Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bakso Bubur Eso Baturiti, Bertahan 61 Tahun Jaga Kualitas Rasa

Kab. Tabanan
Bakso Bubur Eso Baturiti, Bertahan 61 Tahun Jaga Kualitas Rasa
Ni Luh Suryantini pemilik usaha Warung Bakso Bubur Eso Baturiti (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Intinya Sih

  • Bakso Bubur Eso di Baturiti, Tabanan, bertahan 61 tahun sejak 1965 dengan menjaga kualitas rasa yang disebut tetap konsisten.
  • Ciri khasnya adalah bakso berisi usus sapi atau eso. Warung menjual bakso sapi dan ayam seharga Rp20 ribu di Banjar Pacung serta Pasar Baturiti.
  • Kenaikan harga daging membuat harga per porsi naik dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu, namun pelanggan tetap ramai. Usaha ini merupakan warisan Wayan Sukarya kepada putrinya, Ni Luh Suryantini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tabanan, IDNTimes- Di tengah menjamurnya produk kuliner dan harga bahan makanan yang naik, Bakso Bubur Eso Baturiti tetap jadi pilihan. Berdiri sejak 1965, bakso yang berlokasi di Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan ini tetap diminati pencinta kuliner.

Pemilik Bakso Bubur Eso, Ni Luh Suryantini menuturkan menjaga kualitas rasa adalah rahasia bakso miliknya tetap berdiri selama 61 tahun, "Dari awal dibuka sampai sekarang, kualitas rasanya tetap sama. Tidak berubah," ujarnya pada Jumat (31/7/2027).

1. Bakso usus sapi jadi ciri khas

IMG-20260801-WA0158.jpg
Ni Luh Suryantini pemilik usaha Warung Bakso Bubur Eso Baturiti (Dok. IDNTimes/Istimewa)

Bakso Bubur Eso sendiri memiliki ciri khas. Di dalam daging baks0, terdapat usus sapi yang disebut eso. Dari inilah nama Bakso Bubur Eso tercipta. "Eso atau usus sapi menjadi ciri khas dari bakso ini. Banyak pelanggan yang suka," kata Suryantini.

Satu porsi bakso dijual dengan harga Rp20 ribu. Tak hanya sapi, ada juga bakso ayam.

Selain di Banjar Pacung, warung bakso ini juga buka di Pasar Baturiti. "Untuk di pasar biasanya buka dari jam 06.00-11.00 Wita. Kalau yang di Banjar Pacung dari 06.00-18.00 Wita," ujar Suryantini.

IMG-20260801-WA0153.jpg
Bakso Bubur Eso Baturiti (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Meski jarang menaikkan harga, diakui Suryantini ia akhirnya menaikkan harga jual bakso pasca Lebaran tahun ini. "Soalnya harga daging dan kebutuhan pokok naik. Harga daging sapi saat ini Rp150 per kg, sementara daging ayam fillet Rp60 ribu per kg," katanya.

Terpaksa ia menaikkan harga per porsi dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu. "Meski naik, tidak mempengaruhi konsumen yang datang. Bahkan tidak sedikit konsumen yang minta porsi dobel," akunya.

Dalam sehari, Suryantini menghabiskan sebanyak 5 kg sapi dan 5 kg ayam. "Tetapi kalau ramai biasanya lebih dari itu," paparnya.

3. Bakso Bubur Eso merupakan warisan dari ayah

IMG-20260801-WA0152.jpg
Bakso Bubur Eso Baturiti (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Usaha Bakso Bubur Eso ini dikatakan Suryantini, adalah warisan dari ayah kandungnya, Wayan Sukarya. Sebelum membuka usaha bakso pada tahun 1965, ayahnya sempat bekerja di warung bakso. "Dari sana ayah saya belajar bikin bakso. Kemudian membuka usaha ini," katanya.

Sejak kecil, menurut Suryantini ia sudah diajari resep membuat bakso. hingga saat ini ia tetap bisa membuat bakso dengan kualitas rasa yang sama meski ayahnya sudah tiada. "Alasan pelanggan tetap datang karena rasanya tetap sama. Tidak berubah dari dulu," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More