Klungkung, IDN Times- Kabupaten Klungkung menghadapi ancaman serius di wilayah pesisir. Abrasi yang terus terjadi dari tahun ke tahun kini makin terasa dampaknya, khususnya di Pantai Mongalan, Desa Kusamba. Namun, di tengah kondisi abrasi yang semakin parah, pemerintah daerah (pemda) belum memiliki alokasi anggaran untuk penanganan abrasi sepanjang tahun ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, abrasi di Pantai Mongalan menggerus daratan secara signifikan. Sejumlah rumah warga terdampak, tiang listrik tumbang, dan pepohonan di sepanjang garis pantai roboh terseret gelombang laut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat abrasi terus bergerak mendekati permukiman.
"Untuk tahun ini belum ada anggaran pembangunan tanggul pengaman pantai, baik dari pusat maupun dari APBD," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Klungkung, I Made Jati Laksana, Senin (2/2/2026).
Setelah rumah warga di pesisir Mongalan rusak akibat abrasi parah, menurut Jati Laksana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung akan bertemu langsung Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida untuk memohon penanganan abrasi.
"Bapak bupati (Made Satria) rencana akan bertemu langsung kepala balai (BWS Bali Penida). Berkoordinasi untuk mendapatkan penanganan tanggul di Kusamba, karena ini kondisinya sudah parah," ungkap Jati Laksana.
