Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Teknik Distraksi Mengatasi Tantrum Anak
Ilustrasi berbicara pada anak yang tantrum (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tantrum merupakan bentuk emosi yang sering terjadi pada anak-anak usia dini. Tantrum muncul sebagai ekspresi untuk menunjukkan rasa frustrasi, marah, atau keinginan agar mendapatkan perhatian yang lebih. Masalahnya saat anak tantrum, orangtua bisa terpancing emosi dan sering bingung bagaimana cara mengatasinya.

Satu cara efektif menghadapi tantrum adalah dengan teknik distraksi. Distraksi bisa mengalihkan perhatian anak dari hal yang bikin mereka marah. Apa itu distraksi? Bagaimana cara mengatasi tantrum anak dengan teknik ini? Simak dalam ulasan berikut!

1. Mengalihkan perhatian dengan permainan interaktif

Ilustrasi mengajak anak bermain peran (pexels.com/Yan Krukau)

Anak yang sedang tantrum biasanya sulit berpikir secara rasional atau mendengarkan semua perkataan orangtua. Nah, yang bisa orangtua coba adalah dengan cara mengalihkan perhatian anak melalui permainan interaktif yang menyenangkan.

Misalnya, dengan mengajak anak bermain peran atau menggunakan mainan yang menarik perhatian anak. Permainan ini bisa mengalihkan fokus anak kepada hal yang lebih menyenangkan.

2. Menggunakan musik atau lagu favorit

Ilustrasi mengajak anak mendengarkan musik (pexels.com/Ivan Samkov)

Musik punya daya tarik yang bisa membuat hati tenang. Ini juga berlaku bagi anak-anak. Jadi saat anak mulai menunjukkan tanda tantrum, cobain putarkan lagu favoritnya atau lagu ceria yang penuh energi. Dengan mendengarkan musik yang mereka sukai, biasanya anak lebih tertarik.

Ibu juga bisa menyanyikan lagu sederhana bersama, atau mengajak anak bernyanyi dan menari bersama. Mengajak anak bernyanyi atau menari bersama sambil mengikuti irama lagu membantu mengurangi kecemasan atau emosi negatif yang mereka punya.

3. Mengajak bermain di luar ruangan

Ilustrasi mengajak bermain di luar (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Satu lagi cara terbaik yang bisa orangtua lakukan adalah mengajak mereka bermain di luar ruangan. Aktivitas fisik di luar ruangan bisa meredakan emosi dan menjadi kesempatan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Suasana yang baru membantu menenangkan anak karena bisa mengalihkan perhatiannya dari situasi yang menyebabkan tantrum. Aktivitas fisik ini membantu menyalurkan energi anak yang akhirnya mengurangi rasa frustrasi tersebut.

4. Memberikan pilihan yang menarik

Ilustrasi mengalihkan perhatian anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Saat anak merasa kesulitan mengendalikan diri, kamu bisa mengalihkan perhatian mereka dengan memberikan beberapa pilihan yang menarik. Pada intinya, pilihlah satu atau dua hal perhatian yang membuat anak mau mengambil keputusannya sendiri. Ini bisa menjadi latihan anak agar mau berpikir dan memilih solusi dengan cara yang menyenangkan.

5. Menceritakan cerita menarik

Ilustrasi menceritakan hal menarik (pexels.com/Kampus Production)

Menggunakan cerita atau buku favorit adalah teknik distraksi yang efektif untuk mengurangi tantrum. Saat anak mulai menunjukkan gejala tantrum, kamu bisa mengajaknya untuk mengambil buku cerita yang mereka sukai.

Cerita dengan karakter lucu atau petualangan yang seru biasanya membuat anak tertarik, dan pelan-pelan membantu mereka melupakan emosi negatif. Melalui cerita, gak hanya mengalihkan perhatian anak tapi anak bisa mengelola emosinya melalui pengalaman tokoh dalam cerita tersebut.

Tantrum pada anak adalah tantangan terbesar bagi orangtua, perlu teknik yang tepat agar bisa mengatasi dengan cara yang positif. Orangtua juga harus belajar sabar, ya! 

Editorial Team

Related Article