Pengerukan Tanah Tinggalkan Jalan Rusak di Dawan Klungkung

Nusa Penida juga masih ada jalan yang rusak. Benar gak?

Klungkung, IDN Times - Beberapa ruas jalan di Kabupaten Klungkung masih dalam keadaan rusak. Terutama ruas jalan di beberapa desa daerah Kecamatan Dawan, dan sering dikeluhkan oleh warga.

Kerusakan parah jalan di Kecamatan Dawan terjadi setelah maraknya aktivitas pengerukan tanah di beberapa desa. Lalu lalang truk bermuatan tanah setiap harinya, membuat ruas jalan rusak parah.

Saat ini aktivitas pengerukan tanah sudah berhenti, namun meninggalkan kerusakan jalan yang amat parah. Warga menantikan jalan yang rusak agar segera diperbaiki. Selain itu, kerusakan jalan yang menjadi sorotan juga ada di Kecamatan Nusa Penida.

Dalam beberapa tahun belakangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung terus mengembangkan pembangunan jalan di wilayah kepulauan tersebut. Hal ini seiring dengan berkembangnya aktivitas pariwisata di Nusa Penida.

Namun sampai saat ini masih ada beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan, dan harus segera mendapatkan penanganan. Beberapa di antaranya bahkan akses menuju ke destinasi wisata di Nusa Penida.

Baca Juga: Jalan di Denpasar Berlubang dan Tidak Rata, Ada yang Sudah 4 Tahun

Baca Juga: Putus, Jembatan Yeh Kajang di Tabanan Diperbaiki Tahun Ini

1. Warga berharap perbaikan jalan rusak di Kecamatan Dawan segera mendapatkan penanganan

Pengerukan Tanah Tinggalkan Jalan Rusak di Dawan KlungkungKondisi jalan di beberapa desa di Kecamatan Dawan. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Kerusakan jalan di Kecamatan Dawan sudah ramai dikeluhkan warga. Terutama ketika masih maraknya aktivitas pengerukan lahan di beberapa desa daerah Kecamatan Dawan. Aktivitas truk yang mengangkut material tanah, membuat kerusakan jalan kian parah.

Seperti ruas jalan utama dari Dawan Kelod menuju ke Desa Pikat yang masih rusak parah. Ruas jalan di Desa Gunaksa juga masih mengalami kerusakan cukup parah.

“Kalau hujan malah tambah parah. Jalan jadi kubangan kalau hujan, sangat tidak nyaman kalau dilalui,” ujar warga Gunaksa, Made Yoga, Jumat (11/5/2023).

Jalan berlubang ini juga sangat berbahaya bagi pengendara, terutama pada malam hari.

“Kalau di jalan yang minim penerangan, bisa bahaya sekali malam-malam. Bisa memicu kecelakaan. Pada intinya warga sudah tidak nyaman dengan kondisi jalan rusak ini,” lanjut Yoga. 

Kerusakan jalan di Kecamatan Dawan tersebar di beberapa desa seperti Desa Gunaksa, Desa Pikat, Desa Besan, Dawan Kaler, Dawan Kelod, hingga ke Desa Pesinggahan. Meskipun aktivitas pengerukan lahan sudah terhenti, namun sampai saat ini perbaikan jalan tidak kunjung terlaksana.

“Aktivitas pengerukan selesai, tapi meninggalkan masalah jalan rusak. Kami sangat berharap jalan ini segera diperbaiki,” harap dia.

2. Sebanyak 17 ruas jalan di Kecamatan Dawan rusak berat

Pengerukan Tanah Tinggalkan Jalan Rusak di Dawan KlungkungJalan rusak di Klungkung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Kerusakan jalan di Kecamatan Dawan ini menjadi prioritas pembenahan oleh Pemkab Klungkung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, mengatakan perbaikan jalan di Kecamatan Dawan rencananya akan ditangani tahun ini.

Berdasarkan data Dinas PUPRKP, panjang ruas jalan yang rusak di Kecamatan Dawan mencapai 17 ruas jalan dengan panjang sekitar 19,4 Kilometer. Perbaikan jalan akan dianggarkan melalui BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Provinsi Bali senilai sekitar Rp45 miliar.

“Saat ini perbaikan jalan di Kecamatan Dawan masih proses tender,” jelas Made Jati Laksana, Jumat (12/5/2023).

Ia menargetkan pengerjaan jalan di Kecamatan Dawan sudah bisa tertangani pada tahun 2023. Beberapa jalan yang mendapatkan penanganan tahun ini di antaranya Jalan Desa Gunaksa menuju Desa Dawan Kaler, Jalan Desa Pikat menuju ke Desa Pesinggahan, dan Jalan dari Dawan Klod menuju ke Desa Pesinggahan.

“Pengerjaannya diupayakan tahun ini, melihat kerusakan di Kecamatan Dawan saya kira masih cukup waktu untuk pengerjaan. Sudah ada beberapa ruas jalan yang sudah siap masuk tender,” jelasnya.

3. Perbaikan jalan di Kecamatan Nusa Penida menelan anggaran Rp22 miliar

Pengerukan Tanah Tinggalkan Jalan Rusak di Dawan KlungkungDinding jalan jebol di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Tahun 2023 ini, Pemkab Klungkung juga memprioritaskan perbaikan jalan di Nusa Penida. Bahkan anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan jalan di pulau berjuluk The Blue Paradise ini mencapai Rp22 miliar.

Kabid Bina Marga Dinas PU, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, Gede Martajaya, menjelaskan penanganan jalan di Nusa Penida selama ini dilakukan secara bertahap. Tahun 2023, anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan di Nusa Penida mencapai Rp22 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan BKK Provinsi Bali.

"Penanganan jalan tahun ini sumber anggarannya dari BKK dari Provinsi Bali, dan APBD Kabupaten Klungkung," ujar Gede Martajaya.

Perbaikan jalan yang dianggarkan dari APBD Klungkung meliputi jalan menuju Pura Tunjuk Pusuh di Desa Tanglad sepanjang 1,8 kilometer dengan anggaran Rp3,8 miliar.

Ruas Jalan Ponjok-Jurang Batu yakni akses menghubungkan Desa Kutampi-Desa Suana sepanjang 8,9 kilometer. Anggaran yang dibutuhkan Rp12 miliar. 

Sementara penanganan jalan yang dianggarkan melalui BKK Provinsi Bali yakni ruas Jalan Sampalan-Toyapakeh sepanjang 8,8 kilometer. Ruas jalan ini membutuhkan anggaran Rp2 miliar.

"Kondisi Jalan Sampalan-Toya Pakeh rusak dan berlubang. Nanti akan dibangun beton kurus," jelas Gede Martajaya.

Kemudian ruas Jalan Paku-Banjar Bingin di Desa Batukandik sepanjang 2,5 kilometer, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp4 miliar.

"Kondisi ruas Jalan Paku menuju Banjar Bingin juga rusak parah, karena cukup lama belum mendapat penanganan," katanya.

Perbaikan jalan ini, melanjutkan perbaikan pada tahun 2022 lalu. Pada tahun 2022 lalu, penanganan jalan di Nusa Penida memanfaatkan dana pinjaman program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sekitar Rp10 miliar.

Adapun yang diperbaiki tahun 2022 meliputi ruas Jalan Penangkidan-Pasih Uug (Desa Bungamekar) sepanjang 4,5 kilometer. 

Jalan Mentigi-GriaTengah (Desa Batununggul) sepanjang 4 Kilometer, Jalan Kutapang-Maos (Desa Kutampi) sepanjang 1,5 kilometer, dan Jalan Behu-Bungamekar (Desa Bungamekar) sekitar 1 kilometer.

Berdasarkan data di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, Nusa Penida memiliki total ruas jalan kabupaten sepanjang 229 kilometer. Angka tersebut setengah dari total ruas jalan di Kabupaten Klungkung yang mencapai panjang 453 kilometer lebih.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya