Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Timur Tengah Masih Bergejolak, 35 Jadwal Penerbangan dari Bali Batal

Timur Tengah Masih Bergejolak, 35 Jadwal Penerbangan dari Bali Batal
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Maret 2026 (Dok.IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
  • Bandara I Gusti Ngurah Rai membatalkan 35 penerbangan internasional menuju Timur Tengah akibat situasi kawasan yang masih bergejolak.
  • Tiga maskapai terdampak adalah Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways dengan total sekitar 5.905 penumpang terkena penyesuaian jadwal.
  • Operasional bandara tetap normal, sementara pengelola terus memantau kondisi udara dan berkoordinasi dengan maskapai serta instansi terkait untuk penanganan penumpang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Badung, IDN Times - Sebanyak 35 jadwal penerbangan rute internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami pembatalan penerbangan pada Rabu (4/3/2026), pukul 15.00 Wita. Mayoritas rute-rute yang terdampak tersebut, menuju Timur Tengah yang hingga kini masih bergejolak.

Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi mengungkap, 20 jadwal keberangkatan yang dibatalkan itu adalah maskapai Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways. Maskapai-maskapai tersebut melayani rute Denpasar-Dubai, Denpasar-Doha, dan Denpasar-Abu Dhabi.

Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal keberangkatan penerbangan tersebut berjumlah 5.905 penumpang.

"Dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal," terangnya.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus memantau situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pengelola bandara juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara. Koordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.

"Kami juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand dari pesawat dari penerbangan yang terdampak, yang dialokasikan untuk 5 pesawat udara dari 3 maskapai penerbangan yang terdampak," terangnya.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Bali

See More