Denpasar, IDN Times - Deretan tanaman Mangrove yang terletak di jalan keluar tol di Jalan Raya Pelabuhan Benoa tepatnya sebelah lajur roda dua banyak yang mati. Pohonnya tampak mengering dan coklat. Penyebab kematiannya awalnya diduga akibat kebocoran pipa BBM, namun pihak Pertamina menyampaikan bahwa hasil pengecekan yang dilakukan pada 21 Februari 2026 tidak ditemukan kebocoran pipa.
Tim Peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana yang dikoordinatori oleh Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga justru menemukan fakta lain. Menurut Dewa Gede, meskipun Pertamina Patra Niaga melakukan pemeriksaan visual pada 21 Februari 2026 dan tidak menemukan lapisan minyak di permukaan air, para ahli ekologi menekankan bahwa kontaminasi hidrokarbon di dalam ekosistem Mangrove biasanya masih ada di dalam tanah.
"Minyak yang masuk ke dalam pori tanah akan menutupi akar mangrove dan bersifat beracun. Senyawa aromatik yang ada dalam bahan bakar minyak bisa merusak membran sel tanaman, mengganggu cara tanaman menyerap nutrisi, dan menyebabkan kematian pohon dalam beberapa minggu setelah terpapar," jelasnya pada Rabu (25/2/2026).
