Ilustrasi fogging (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Menurut Agung, faktor penyebab meningkatnya kasus DBD adalah perubahan cuaca yang terjadi tiga bulan terakhir. "Perubahan cuaca ini mendukung perkembangan vektor penyebar DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti," ujarnya
Dinas Kesehatan Tabanan hingga Maret 2024 pun sudah melakukan fogging di 20 titik. "Untuk mengantisipasi DBD disiapkan untuk 38 titik. (Fogging) Sudah dilakukan di 20 titik," ujar Agung.
Ia melanjutkan, fogging bukanlah cara utama mencegah DBD karena hanya membunuh nyamuk dewasa. "Jadi harus dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh masyarakat. Di mana PSN ini tujuannya memberantas jentik nyamuk," kata dia.
Jadi kuncinya, kata dia, upaya pencehan ini harus melibatkan masyarakat di mana semua pihak harus selalu menerapkan budaya gotong royong membersihkan lingkungan.