Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Koster Tegaskan Takbiran di Bali Sesuai Imbauan Majelis
ilustrasi takbir keliling (freepik.com/freepik)

Denpasar, IDN Times - Menjelang Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan, Gubernur Bali, Wayan Koster, memastikan tidak ada gesekan umat beragama. Koster menjabarkan, sebaran umat muslim berada di Kota Denpasar, Jembrana, Buleleng, Karangasem, dan Tabanan.

Ia berandai, jika Idul Fitri jatuh pada tanggal 21 Maret 2026, maka malam takbiran akan berlangsung tanggal 20 Maret 2026, sehingga tidak akan menjadi masalah.

“Sedangkan Nyepi tanggal 20 Maret 2026 pagi sudah Ngembak Geni,” katanya.

Sementara itu, umat Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Sehingga perayaan malam takbiran akan berlangsung Kamis, 19 Maret 2026 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Meskipun demikian, Koster menyampaikan saat rapat bersama seluruh majelis umat beragama telah ada imbauan takbiran di rumah masing-masing. 

“Kemarin waktu rapat dengan semua majelis umat beragama sudah ada imbauan agar takbirannya dilaksanakan di rumah masing-masing. Karena kebetulan yang melaksanakan takbiran tanggal 19 atau Idul Fitrinya tanggal 20 gak terlalu banyak, kebanyakan yang tanggal 21,” papar Koster.

Laki-laki asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini menegaskan bahwa imbauan takbiran di rumah masing-masing berasal dari majelis agama tersebut.

“Imbauan dari majelisnya begitu. Bukan imbauan dari Gubernur,” kata Koster.

Imbauan tersebut memuat kesepakatan takbiran di rumah atau takbiran lebih awal sebelum tanggal 19 Maret bagi umat Muhammadiyah di Bali

“Kalau itu terjadi semua maka tanggal 19 gak ada takbiran sehingga tidak ada hal yang perlu dirisaukan. Amanlah, kondusif dan saya sudah memfasilitasi untuk melakukan itu,” ujarnya.

Editorial Team