Tabanan Catat 22 Ribu Orang Ikuti CKG, Kebanyakan Kurang Gerak

- Program CKG di Tabanan telah diikuti oleh 22.680 orang dengan jenis skrining dan masalah kesehatan yang bervariasi, seperti kurang aktivitas fisik, risiko stroke, gigi, tekanan darah, dan lainnya.
- Kurangnya aktivitas fisik di Tabanan meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, obesitas, depresi, kecemasan, dan kematian dini.
- Masyarakat Tabanan diharapkan mengakses layanan CKG untuk mendeteksi dini penyakit dan menerapkan pola hidup sehat guna meningkatkan kualitas hidup serta mencegah penyakit tidak menular.
Tabanan, IDNTimes - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya berfungsi mendeteksi dini penyakit, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan menurunkan risiko komplikasi maupun angka kematian akibat penyakit. Sejak diluncurkan bulan Februari 2025, di Kabupaten Tabanan tercatat sebanyak 22 ribu orang lebih yang sudah mengakses layanan CKG ini.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tabanan, dari analisis kesehatan pemeriksaan CKG, sebagian masyarakat Tabanan masuk dalam golongan kurang aktivitas fisik atau kurang gerak. Selain itu juga banyak yang bermasalah dengan kolesterol.
1. Sepuluh besar jenis skrining CKG dan masalah kesehatan di Tabanan

Berdasarkan data, hingga 26 Agustus 2025 tercatat sebanyak 22.680 orang dengan rincian 19.678 kategori masyarakat umum dan 3.002 kategori anak sekolah telah mengikuti CKG. Program ini mulai berjalan pada 10 Februari 2025 untuk masyarakat umum, sementara untuk anak sekolah usia 7–17 tahun dilaksanakan sejak Agustus 2025.
Adapun jenis skrining yang dilakukan di CKG bervariatif dengan total 31 jenis, di mana ada 10 besar jenis skrining dan masalah kesehatannya dilihat dari jumlah persentase berikut:
Jenis skrining aktifitas fisik: total skrining 14.691 orang dan sebanyak 13.404 orang masuk dalam aktifitas fisik kurang (91,24 persen)
Jenis skrining risiko stroke: total skirining 2.486 orang dan sebanyak 1.274 orang mengalami dislipidemia atau kolesterol (51.25 persen)
Jenis skrining gigi: total skrining 11.678 orang dan sebanyak 4.170 orang mengalami karies (35,71 persen)
Jenis skrining calon pengantin: total skrining 396 orang dan sebanyak 114 orang mengalami anemia (28,79 persen)
Jenis skrining mata: total skrining 9.921 orang dan sebanyak 2.560 mengalami gangguan penglihatan (25,80 persen)
Jenis skrining tekanan darah: total skrining 14.877 orang dan sebanyak 3.345 orang mengalami hipertensi (22,48 persen)
Jenis skrining IMT: total skrining 14.614 orang dan sebanyak 2.758 orang mengalami obesitas (18,87 persen)
Jenis skrining lanjut usia: total skrining 2.838 orang dan sebanyak 417 mengalami gejala depresi (14,69 persen)
Jenis skrining kanker paru: total skrining 1.138 orang dan sebanyak 90 orang masuk dalam risiko berat (7.91 persen)
Jenis skrining merokok: total skrining 16.578 orang dan sebanyak 1.225 orang merokok (7,39 persen)
2. Kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko penyakit tidak menular

Dari data tercatat ternyata banyak masyarakat Tabanan yang kurang aktivitas fisik. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi mengatakan kurangnya aktivitas fisik berdampak buruk pada kesehatan, meningkatkan risiko penyakit tidak menular ( PTM) seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas, bahkan kematian dini.
''Selain itu aktivitas fisik melindungi kesehatan mental dengan mengurangi depresi dan kecemasan. Kemenkes menghimbau masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik guna mencegah PTM, yang saat ini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia," ujarnya, Kamis (28/8/2025).
3. Masyarakat Tabanan diharapkan mengakses layanan CKG

Bagus Surya melanjutkan program CKG adalah bentuk layanan dasar pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat. Pihaknya mengajak seluruh warga Tabanan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. "Karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Dengan deteksi dini, kita bisa melindungi diri, keluarga, dan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Pelayanan CKG untuk masyarakat umum dilakukan setiap hari kerja di seluruh Puskesmas di Kabupaten Tabanan, sedangkan untuk anak sekolah dijalankan secara terjadwal di sekolah masing-masing dengan koordinasi Puskesmas setempat. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan usia serta faktor risiko kesehatan peserta.
CKG dapat diakses dengan mudah, baik melalui aplikasi Satu Sehat Mobile, mendaftar lewat chatbot WhatsApp Kemenkes di nomor 0811-10500567, maupun datang langsung ke puskesmas terdekat dengan membawa identitas diri.