Tabanan, IDN Times - Klaim yang diajukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum terbayarkan selama tiga bulan. Hal ini menyebabkan cash flow RSUD Tabanan terganggu dan berbuntut pada kemampuan RS untuk membayar utang obat ke vendor. Akibatnya, terjadi keluhan kekosongan obat di RSUD Tabanan.
Keluhan tentang kekosongan obat ini sempat tersebar ke media sosial dalam bentuk voice note. Direktur RSUD Tabanan, dr I Gede Sudiarta, mengakui adanya kekosongan obat dalam voice note tersebut.
"Kebetulan jenis obat yang dikeluhkan kosong ini tidak masuk dalam obat emergency atau tidak termasuk masuk dalam fomularium nasional. Obat yang kosong ini jenisnya obat suplemen dan yang kosong itu bentuk oralnya. Sementara jenis injeksinya tersedia " katanya, Selasa (10/3/2025).
