Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Belajar Daring Tidak Efektif di Klungkung, Capaian Akademik Menurun
Kadis Pendidikan Klungkung, I Ketut Sujana. (Dok.IDN Times/Istimewa)

  • Pemerintah Pusat membatalkan rencana pembelajaran daring demi penghematan energi, keputusan ini disambut positif oleh Disdikpora Klungkung dan para orangtua siswa.
  • Kepala Disdikpora Klungkung menilai pengalaman saat pandemik menunjukkan pembelajaran daring tidak efektif karena partisipasi rendah dan capaian akademik menurun.
  • Orangtua siswa mendukung pembatalan wacana belajar daring karena metode tatap muka dinilai lebih efektif serta memungkinkan interaksi sosial dan bimbingan langsung dari guru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
26 Maret 2026

Pemerintah pusat membatalkan rencana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai upaya penghematan energi. Kepala Disdikpora Klungkung, Ketut Sujana, menyatakan pengalaman selama pandemi menunjukkan sistem daring tidak efektif di daerahnya.

26 Maret 2026

Orangtua siswa di Klungkung, Nyoman Rupita, menyambut positif keputusan pembatalan tersebut dan menilai pembelajaran tatap muka lebih efektif dibandingkan daring.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Pusat membatalkan rencana penerapan kembali sistem pembelajaran daring yang sebelumnya diwacanakan sebagai langkah penghematan energi.
  • Who?
    Kepala Disdikpora Klungkung Ketut Sujana dan sejumlah orangtua siswa, termasuk Nyoman Rupita, menyambut positif keputusan pembatalan tersebut.
  • Where?
    Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali.
  • When?
    Kamis, 26 Maret 2026.
  • Why?
    Pembelajaran daring dinilai tidak efektif di daerah tersebut karena menurunkan partisipasi dan fokus belajar siswa serta berdampak pada capaian akademik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah tidak jadi suruh anak-anak belajar dari rumah lagi. Di Klungkung, bapak Ketut Sujana bilang belajar di sekolah lebih bagus karena anak bisa ketemu guru dan teman. Dulu waktu pandemi, belajar lewat komputer susah dan banyak yang tidak fokus. Orangtua juga senang karena anak bisa sekolah lagi seperti biasa sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembatalan rencana belajar daring di Klungkung menunjukkan perhatian pemerintah terhadap efektivitas pendidikan dan kesejahteraan siswa. Keputusan ini memperlihatkan bahwa pengalaman selama pandemi dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi berharga, sehingga pembelajaran tatap muka tetap terjaga dengan interaksi langsung antara guru, siswa, dan orangtua yang dinilai penting bagi kualitas serta semangat belajar anak-anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times Pemerintah Pusat tidak melanjutkan wacana untuk menghidupkan kembali sistem pembelajaran daring sebagai bagian dari upaya penghematan energi. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung maupun orangtua siswa menyambut baik keputusan ini. Mereka menilai kebijakan belajar daring berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran siswa.

Kepala Disdikpora Klungkung, Ketut Sujana, menyebutkan pengalaman selama pandemik COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa sistem belajar jarak jauh tidak berjalan optimal di daerahnya.

Menurutnya, selama penerapan pembelajaran daring, banyak kendala yang muncul, mulai dari rendahnya partisipasi siswa hingga menurunnya fokus belajar. Kondisi ini berdampak langsung pada capaian akademik siswa yang dinilai tidak maksimal.

“Pengalaman saat pandemik sudah cukup jadi evaluasi. Di Klungkung, pembelajaran daring tidak efektif untuk meningkatkan prestasi siswa,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

1. Interaksi guru dan siswa masih menjadi faktor keberhasilan pembelajaran

Ilustrasi belajar di sekolah (pexels.com/C.T. PHAT)

Ia menilai interaksi langsung antara guru dan siswa masih menjadi faktor utama dalam keberhasilan proses belajar. Melalui pembelajaran tatap muka, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat membangun komunikasi dan kemampuan sosial.

"Siswa itu penting juga bersosialisasi, dengan guru serta rekan-rekannya," ungkapnya.

2. Pembelajaran daring untuk menghemat energi lebih relevan di kota besar

ilustrasi pembelajaran daring (freepik.com/freepik)

Disdikpora Klungkung menilai, jika alasan utama penerapan daring adalah efisiensi bahan bakar minyak (BBM), maka kebijakan tersebut lebih relevan diterapkan di wilayah perkotaan yang mobilitasnya tinggi.

“Kalau untuk Klungkung, dampaknya belum signifikan. Jadi tidak perlu sampai kembali ke sistem daring,” kata Sujana.

3. Orangtua siswa sambut baik pembatalan wacana pembelajaran daring

Ilustrasi anak perempuan belajar daring (unsplash.com/Giovanni Gagliardi)

Pembatalan wacana belajar daring juga disambut positif oleh seorang orangtua siswa di Klungkung. Nyoman Rupita sebelumnya mengaku waswas jika kembali diterapkannya belajar daring seperti saat pandemik COVID-19. Metode ini dinilai tidak efektif karena orangtua harus ikut mendampingi, sementara dirinya kerja. Menurutnya, jika anak-anak tidak didampingi saat daring, justru tidak mengikuti pembelajaran dengan serius.

"Namanya sekolah, harus ada tatap mukanya. Harus ada interaksi langsung dengan guru. Untunglah dari Pemerintah Pusat batal. Kalau mau hemat energi, mending penghematan BBM tidak sampai menyentuk urusan pendidikan," jelasnya, Kamis (26/3/2026).

Editorial Team