Marsekal TNI IB Putu Dunia saat melakukan persiapan untuk mengikuti penerbangan dengan Sukhoi SU 30. (dok.IDNTimes/Marsekal TNI IB Putu Dunia Menembus Langit, 2018)
Marsekal TNI IB Putu Dunia yakin, bahwa perlu "satu nilai plus" seseorang untuk mencapai kesuksekan. Nilai plus itu terbentuk dari sinergi antara pengetahuan dan strategi, serta ditunjang dengan keberanian mengambil risiko yang terukur. Terlepas dari itu, tetap ada faktor X yang sangat sulit untuk dijelaskan.
Faktor-faktor tersebut beberapa kali telah dibuktikannya. Misalkan ketika menjalankan tugas-tugas yang diberikan padanya. Ia harus berani dan mau melaksanakan tugas terbang solo enam jam pesawat A-4 Skyhawk dengan pengisian bahan bakar di udara/air refueling dan dalam kondisi sudah empat tahun tidak pernah latihan air refueling.
Selain itu, sebagai Komandan Lanud, ia mempersiapkan dan bertanggung jawab untuk menerbangkan pilot SU 27/30 Sukhoi yang tidak laik/current terbang karena kesiapan pesawat zero, dengan mengubah Standing Operational Procedures (SOP). Di mana sepertinya latihan dilakukan di luar negeri, tapi biayanya mahal.
Ia juga pernah ditugaskan sebagai Kontingen Garuda IX/1, menjadi anggota United Nations Iran-Iraq MIlitary Observer Group (UNIIMOG). Dalam situasi perang Iran-Irak itulah dirinya hampir menjadi korban ranjau. Ketika itu ia bersama rombongan mengadakan patroli rutin. Di depannya satu kendaraan dikawal tentara Irak. Tiba-tiba kendaraan di depannya mengalami ledakan keras yang rupanya ban mobil melindas ranjau.
Kemampuan melaksanakan tugas dan kewajiban itulah yang ia percaya, akhirnya memberikan "buah" tersendiri dalam perjalanan kariernya. Tak cukup hanya memiliki kemampuan dan memahami teknologi saja, bagi suami dari Ida Ayu Kumala Dewi ini, bisa diterima oleh lingkungan dan menjaga nilai-nilai spiritualitas sangatlah penting. Begitu pula dengan dukungan dan restu dari pihak keluarga.