Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ketawa Riang Anak-anak Telantar di Yayasan Sayangi Bali Rayakan HUT RI

Ketawa Riang Anak-anak Telantar di Yayasan Sayangi Bali Rayakan HUT RI
IDN Times/Diantari Putri
Share Article

Denpasar, IDN Times - Peringatan 75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi perayaan yang ditunggu-tunggu oleh Warga Negara Indonesia. Meski sedang dihadapkan pada tantangan pandemik COVID-19, namun bukan berarti semangatnya menjadi kendor. Kemerdekaan RI harus tetap diperingati sebagai bentuk terima kasih dan ucapan syukur kepada perjuangan para pahlawan.

Seperti Yayasan Sayangi Bali contohnya. Mereka melakukan perayaan secara sederhana, Minggu (16/8/2020) malam. Sejumlah perlombaan diadakan secara spontanitas, dan diikuti oleh para perawat hingga anak-anak telantar yang jadi korban pembuangan oleh orangtuanya.

Yuk intip keseruan perayaan 75 Tahun Kemerdekaan RI di Yayasan Sayangi Bali. Sekadar diketahui, yayasan ini memang khusus untuk menampung dan merawat anak telantar.

1. Momen ini dimanfaatkan oleh para perawat untuk mengingat kembali cara merawat bayi secara benar

IDN Times/Diantari Putri
IDN Times/Diantari Putri

Para perawat memanfaatkan momen ini untuk mengingat kembali langkah-langkah perawatan bayi. Seperti cara memandikan, ganti baju, memasakkan makanan, dan lainnya meski mereka sering melakukannya setiap hari. Setelah melakukan doa dan menyanyi lagu kemerdekaan bersama, para perawat kemudian memandikan bayi hingga perawatan lainnya. Proses inilah yang dinilai oleh dokter yayasan tersebut.

“Kami mencoba me-refresh ulang atau mengingat kembali bagaimana perawat dalam memandikan serta merawat bayi yang benar. Karena kebanyakan bayi yang kami terima di sini berusia beberapa hari dan tali pusarnya belum putus. Di samping itu, karena ilmu keperawatan bayi juga selalu berkembang, sekaligus kami ingatkan perawat yang ada di sini,” ungkap dokter Yayasan Sayangi Bali, dr Dewa Ayu Lisna Ningrum SKed.

2. Anak-anak dan perawat ikut perlombaan secara sederhana

screenshot Dok.IDN Times
screenshot Dok.IDN Times

Pendiri Yayasan Sayangi Bali, Dewa Putu Wirata, mengatakan meski dalam situasi pandemik, pihaknya tetap memeringati secara sederhana dan spontanitas. Seperti lomba berebut duduk kursi bagi perawat dan orang dewasa, serta lomba menggigit permen lolipop yang ditancapkan dalam buah melon. Perayaannya sederhana, namun bermakna untuk mengikat kebersamaan.

“Kami adakan perayaan kecil-kecilan. Mengingat situasi juga lagi begini, kami terapkan protokol kesehatan dengan tidak mengundang donatur ataupun masyarakat sekitar, hanya untuk intern saja. Meski kecil-kecilan, tapi tetap dengan canda tawa dan kebersamaan kami di intern yayasan,” katanya.

Menurut Dewa Wirata, meski negara dihadapkan pada pandemik, tetapi semangat masyarakatnya tidak boleh kendor, dan harus terus dipelihara dalam diri. Ia berharap pandemik ini segera berakhir. Mengingat roda perekonomian harus segera berjalan agar masyarakat bisa tetap bisa memenuhi kebutuhannya.  

“Kita tidak boleh patah semangat. Termasuk semangat berbagi di tengah pandemik. Kami sendiri masih banyak masyarakat yang meminta bantuan seperti pampers dan kebutuhan lain. Tapi kami seminggu sekali hanya bisa berbagi kepada 20 orang,” katanya.

3. Dewa Wirata ingatkan para remaja untuk berpacaran secara sehat dan harus bertanggung jawab jika ingin memiliki anak

unsplash.com/@alexiby
unsplash.com/@alexiby

Pada kesempatan itu, Dewa Wirata juga mengingatkan pasangan remaja maupun dewasa yang tengah dalam masa berpacaran agar menerapkan gaya pacaran yang sehat. Mengingat kasus pembuangan bayi di Bali masih saja terjadi. Jika dulu sangat susah untuk mengungkap siapa orangtua si bayi, tetapi sekarang dengan bantuan teknologi, orangtua pelaku pembuangan bayi bisa cepat dilacak.

Karena itu, ia mengatakan agar masing-masing pasangan harus bertanggung jawab secara sadar untuk merawat buah hati yang dilahirkan. Bukan dibuang begitu saja.

“Kami tetap mengingatkan para pasangan agar bertanggung jawab atas bayi yang dilahirkan. Sebab membuang bayi itu pidananya berat sekali. Harap berhati-hati dan juga bijak menggunakan media sosial, karena saat ini banyak juga yang terjebak. Kami sangat berharap kasus pembuangan bayi bisa ditekan. Anak-anak berhak bahagia, bukan dibuang,” tutupnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More

BMKG Prakirakan hingga 30 Juni, Gelombang Laut di Bali Capai 4 Meter

27 Jun 2026, 08:52 WIBNews