Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bersandar di Dek, Penumpang Feri Gilimanuk-Ketapang Tercebur ke Laut
Potret Pelabuhan Gilimanuk, Bali (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
  • Seorang penumpang KMP Samudera Utama bernama Mareta Arfianto tercebur ke Selat Bali setelah merasa pusing saat bersandar di railing kapal dalam perjalanan dari Gilimanuk menuju Ketapang.

  • Kru KMP Trisna Dwitya yang melintas segera melakukan evakuasi cepat, menolong korban dari laut, dan memberikan pertolongan pertama untuk menstabilkan kondisi fisiknya.

  • Setelah dinyatakan stabil, Mareta diserahkan ke otoritas Pelabuhan Ketapang untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan, sementara pihak pelabuhan mengimbau pentingnya menjaga kondisi tubuh selama penyeberangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang penumpang kapal tercebur ke laut dari KMP Samudera Utama saat kapal berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, namun berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat.
  • Who?
    Korban bernama Mareta Arfianto, 34 tahun, asal Lumajang, Jawa Timur. Evakuasi dilakukan oleh kru KMP Trisna Dwitya dengan koordinasi otoritas laut dan dikonfirmasi oleh Lettu Laut Yuli Prasetyo.
  • Where?
    Insiden terjadi di perairan Selat Bali, antara Pelabuhan Gilimanuk di Bali dan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Senin pagi, 20 April 2026 sekitar pukul 08.00 WIB saat kapal sedang bertolak dari Gilimanuk menuju Ketapang.
  • Why?
    Mareta merasa pusing hebat akibat kondisi fisik yang kurang fit saat bersandar di pagar pembatas kapal sehingga kehilangan keseimbangan dan tercebur ke laut.
  • How?
    KMP Trisna Dwitya melihat korban di laut dan segera melakukan prosedur penyelamatan. Korban dievakuasi cepat, diberi pertolongan medis di kapal, lalu dibawa ke Pelabuhan Ketapang untuk pemeriksaan lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jembrana, IDN Times - Seorang penumpang KMP Samudera Utama tercebur ke laut saat kapal sedang bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, pada Senin (20/4/2026). Kru kapal yang melintas berhasil menyelamatkan nyawa korban.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danpos AL) Gilimanuk, Lettu Laut Yuli Prasetyo, mengonfirmasi kejadian tersebut dan memastikan bahwa korban telah dievakuasi dalam keadaan selamat.

1. Korban merasa pusing sebelum tercebur

Awak kapal memintai keterangan penumpang yang tercebur ke laut Selat Bali, pada Senin (20/4/2026). (Dok.istimewa)

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Korban bernama Mareta Arfianto (34) asal Lumajang, Jawa Timur. Ia sedang di area buritan kanan kapal. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Mareta mengaku tiba-tiba merasa pusing hebat saat sedang bersandar di railing (pagar pembatas) kapal.

"Kondisi fisik korban yang kurang fit menyebabkan hilangnya keseimbangan, sehingga ia tercebur ke laut. Tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan atau tindakan nekat dalam insiden ini," ujar Lettu Laut Yuli Prasetyo.

Saat korban terombang-ambing di laut, KMP Trisna Dwitya yang juga sedang berlayar di rute tersebut melihat keberadaan korban dan segera memberikan isyarat pertolongan.

2. Kru KMP Trisna Dwitya melakukan evakuasi

ilustrasi pertolongan (Unsplash.com)

Nakhoda dan awak kapal KMP Trisna Dwitya bergerak cepat saat melihat orang di tengah laut yang meminta tolong. Prosedur penyelamatan langsung dijalankan dengan koordinasi yang ketat antarotoritas terkait.

Dalam waktu singkat, korban berhasil dievakuasi dari perairan dan dinaikkan ke atas kapal. Tim medis kapal memberikan pertolongan pertama di ruang medis untuk memastikan kondisi vital korban tetap stabil setelah sempat terendam air laut.

3. Korban diserahkan ke otoritas Pelabuhan Ketapang

Awak kapal memberikan pertolongan pertama penumpang yang tercebur ke laut Selat Bali, pada Senin (20/4/2026). (Dok.istimewa)

Setelah dipastikan stabil secara fisik dan mental, Mareta dibawa ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Setibanya di dermaga, pihak kapal menyerahkan korban kepada petugas pelabuhan setempat untuk penanganan lebih lanjut, dan pengecekan kesehatan menyeluruh.

Pihak otoritas laut kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk mengutamakan keselamatan, dan tidak memaksakan diri berada di pinggir dek jika kondisi kesehatan sedang menurun.

Editorial Team