Hari Baik Menurut Hindu Bali 6 Juni 2026, Saatnya Membangun Rumah

- Kalender Bali Digital mencatat 6 Juni 2026 sebagai hari baik kala empas munggah, cocok untuk membangun rumah namun tidak disarankan memetik buah-buahan.
- Beberapa hari seperti kala caplokan dan pamacekan dianggap baik untuk aktivitas perikanan dan pertanian, sementara beberapa lainnya tidak disarankan untuk upacara atau yadnya.
- Hari semut sedulur dinilai baik untuk gotong royong dan kegiatan sosial, sedangkan ratu megambahan serta pepedan memiliki pantangan tertentu dalam pembuatan aturan dan peralatan besi.
Rahajeng semeng semeton sareng sami, selamat pagi teman-teman semuanya. Kabar memang tidak selalu baik, tapi ingatlah bahwa semuanya pasti berlalu. Tarik dan embuskan nafas, berterima kasih atas semesta yang masih memelukmu.
Menemani rehatmu pada Sabtu, 6 Juni 2026 ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital. Kala empas munggah, artinya baik untuk membangun rumah. Namun, tidak baik untuk memetik buah-buahan. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik membuat alat penangkap ikan

Kala caplokan adalah hari baik untuk membuat alat penangkap ikan seperti kail, jala, jaring, bubu, dan bahan untuk umpan. Pamacekan artinya baik untuk mengerjakan sawah atau kebun serta membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik melaksanakan yadnya.
Dadig krana adalah hari baik untuk menanam tebu dan mentimun. Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan atau rapat, dan bersenggama. Gagak anungsang pati adalah hari yang tidak baik melakukan upacara membakar mayat atau atiwa-tiwa.
2. Baik mulai belajar menari

Kala jangkut adalah hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata. Kala jengking merupakan hari baik untuk mulai belajar menari, menabuh atau gamelan, membuat bubu, seser, dan jaring. Namun, tidak baik untuk Manusa Yadnya, menikah, dan upacara potong rambut.
Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Kajeng uwudan adalah hari yang tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. Kala bangkung dan kala nanggung merupakan hari yang tidak baik untuk mulai memelihara ternak.
3. Baik untuk gotong royong

Semut sedulur merupakan hari baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, dan membentuk perkumpulan. Namun, tidak baik mengubur atau membakar mayat. Ratu megambahan adalah hari yang tidak baik untuk membuat peraturan-peraturan, membuat rencana, dan mengangkat petugas atau pejabat.
Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Subagia, Pratiti: Saskara.


















