Denpasar Terpilih Paling Sukses Tangani Kasus Kemiskinan dan Stunting

- Kota Denpasar meraih Penghargaan Terbaik I untuk penanggulangan kemiskinan dan stunting serta Terbaik III untuk penurunan pengangguran se-Jawa Bali dari Kemendagri di ajang Pemda Berprestasi 2026.
- Walikota Jaya Negara menegaskan keberhasilan ini hasil kolaborasi lintas sektor, dengan fokus pada peningkatan layanan kesehatan ibu-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pelatihan kerja bagi masyarakat.
- Penilaian dilakukan objektif menggunakan data BPS mencakup efektivitas program lintas sektor, inovasi daerah, serta capaian nyata dalam menekan kemiskinan, stunting, dan pengangguran secara terukur.
Denpasar, IDN Times - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menganugerahkan dua penghargaan bergengsi kepada Kota Denpasar dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang berlangsung di Hotel JW Marriott Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). Kota Denpasar berhasil meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, serta Penghargaan Terbaik III Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran tingkat kota se-Jawa dan Bali.
Penghargaan Terbaik I diserahkan langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, kepada Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Sementara penghargaan Terbaik III diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
1. Seluruh jajaran Pemkot Denpasar diminta tidak terlena

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar bersama masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang terus bersinergi dalam menanggulangi kemiskinan, mempercepat penurunan stunting, serta menciptakan lapangan kerja.
“Penghargaan ini menjadi cambuk semangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar untuk terus menghadirkan pelayanan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
2. Ini sejumlah upaya Pemkot Denpasar yang menyasar masyarakatnya

Lebih lanjut, penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berkolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Di bidang kesehatan, Pemkot Denpasar terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan intervensi gizi bagi balita, memperluas edukasi kesehatan keluarga, serta memastikan akses layanan kesehatan dasar bagi seluruh masyarakat.
Sementara di sektor ekonomi, berbagai program pemberdayaan masyarakat terus digencarkan melalui penguatan ekonomi keluarga, dukungan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, pengembangan sektor pertanian dan perikanan lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha.
Untuk menekan angka pengangguran, Pemkot Denpasar juga terus memperluas akses pelatihan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, serta membuka peluang usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
3. Penilaian menggunakan data BPS

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, ajang apresiasi ini merupakan bentuk penghargaan kinerja kepala daerah yang berhasil menghadirkan perubahan positif di wilayahnya masing-masing. Penilaiannya dilakukan secara objektif dengan menggunakan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga capaian yang diraih benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
“Empat kategori yang kita nilai kali ini adalah kemiskinan dan stunting, pengangguran, pengendalian inflasi, serta creative financing. Semua menggunakan data yang terbuka dan terukur," jelasnya.
Untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, penilaian mencakup konvergensi program lintas sektor, percepatan layanan, efektivitas intervensi hingga tingkat desa, serta capaian nyata dalam menekan angka kemiskinan dan stunting. Inovasi daerah yang mampu menghadirkan solusi kreatif, adaptif, dan berkelanjutan juga menjadi nilai tambah.
Sedangkan, pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, aspek yang dinilai meliputi kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, efektivitas pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan, hingga keberhasilan pemerintah daerah dalam menurunkan angka pengangguran secara terukur dan berkelanjutan.
4. Motivasi kepala daerah untuk tingkatkan inovasi

Penghargaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah sekaligus memotivasi kepala daerah untuk terus menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah juga menyiapkan insentif fiskal bagi daerah pemenang, Terbaik I memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar, Terbaik II sebesar Rp2 miliar, dan Terbaik III sebesar Rp1 miliar.
"Dengan penghargaan ini kami ingin membangun iklim kompetisi yang sehat sekaligus memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil menunjukkan kinerja terbaiknya,” ujar Tito.

















