Pengurus Masjid Al-Furqon, Pantang Mudik Sebelum Tunaikan Pengabdian

- Meski hujan sejak pagi, sekitar 350 jemaah tetap antusias melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Al-Furqon Denpasar dengan tertib dan penuh kebersamaan.
- Abdul Karim, pengurus masjid asal Cirebon yang telah menetap di Bali 25 tahun, menunda mudik demi menunaikan tugas pengabdian selama perayaan Idul Fitri.
- Pengurus masjid mempersiapkan area ibadah dengan pembersihan lingkungan, penataan parkir, serta penyediaan karpet agar jemaah beribadah dengan nyaman dan aman.
Denpasar, IDN Times - Hujan mengguyur area Denpasar sejak pukul 05.00 hingga 07.00 Wita pada Sabtu, 21 Maret 2026. Meskipun demikian, umat muslim antusias melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri di Masjid Al-Furqon, Jalan Swakarya Baru Nomor 1, Kota Denpasar.
Pengurus Masjid Al-Furqon, Abdul Karim, mengatakan ibadah yang dimulai pukul 06.45 Wita ini berjalan lancar. “Alhamdulillah pelaksanaan pada Salat Hari Raya Idul Fitri kali ini berjalan dengan lancar walaupun kondisi agak hujan sedikit,” tutur Karim usai ditemui setelah ibadah, Sabtu (21/3/2026).
Pantauan IDN Times di lokasi, jemaah Masjid Al-Furqon mulai selesai ibadah Salat Idul Fitri sekitar pukul 07.17 Wita. Jemaah yang mengenakan busana hari raya berwarna-warni, terlihat bergegas pulang ke rumah masing-masing. Karim sendiri memilih tidak mengikuti euforia mudik beramai-ramai ke kampung halamannya.
Berikut ini cerita selengkapnya.
1. Pantang mudik sebelum menunaikan pengabdian

Karim berasal dari Cirebon, Jawa Barat dan telah menetap di Bali selama 25 tahun bersama keluarga kecilnya. Seperempat abad bukanlah waktu yang singkat. Pengabdiannya sebagai pengurus masjid membuat Karim menunda mudik ke kampung halaman.
“Untuk saya pribadi karena situasi dan kebetulan saya ditugaskan menjadi pengurus di sini, semoga sampai berjalannya dengan lancar, baru memikirkan untuk bisa pulang,” tutur Karim sambil tersenyum.
Laki-laki yang sehari-hari pegawai kantoran dan menunaikan ibadah sebagai pengurus Masjid Al-Furqon ini mengatakan akan pulang ke Cirebon setelah lebaran. Sebagai akhir percakapan, Karim berharap agar situasi di Bali tetap kondusif dan damai. “Kami semua pengurus dan kerabat Masjid Al-Furqon mengucapkan minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin,” kata Karim.
2. Jemaah tetap antusias melaksanakan Salat Id, meskipun hujan

Langkah cepat itu seiring dengan kendaraan roda dua dan roda empat para jemaah yang berlalu lalang di jalan raya. Sementara, jemaah lainnya menyeberangi jalan dengan saling bergandengan. Kamera gawai mulai menjepret momen kebersamaan dengan keluarga, jemaah berpose merayakan hari suci.
“Antusias dari para jemaah sungguh luar biasa dan Alhamdulillah mungkin sekitar jemaah yang bersalat Idul Fitri di sini mencapai kurang lebih 350-an orang,” jelasnya.
Selama ibadah, ada jemaah yang tidak melaksanakan salat di dalam masjid karena kekurangan daya tampung. Meskipun demikian, Karim menjelaskan jemaah tetap tertib dan memaklumi kondisi yang ada meskipun salat di halaman.
3. Persiapan pengurus masjid sebelum hari raya

Karim dan pengurus Masjid Al-Furqon telah mempersiapkan berbagai kebutuhan jemaah sebelum ibadah salat. Mulai dari pembersihan area lingkungan masjid, penyediaan tempat parkir, dan lokasi ibadah.
“Persiapan seperti halnya biasa. Pelaksanaan dilakukan dengan pembersihan area lingkungan, penyiapan tempat parkir, dan tempat-tempat kantong ibadah seperti persiapan untuk karpet dan semuanya untuk kenyamanan dan keamanan para jemaah untuk beribadah,” papar Karim.
Jika dibandingkan dengan lebaran tahun lalu, keramaian Salat Idul Fitri tahun ini hampir sama. Satu sisi, Karim juga mengamati ada banyak jemaah yang memilih mudik untuk berhari raya di kampung halaman.


















