Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pencarian Remaja Terseret Arus Pantai Yeh Gangga Dihentikan
Operasi SAR di Pantai Yeh Bangga (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Operasi SAR di Pantai Yeh Gangga resmi dihentikan pada hari ketujuh karena kondisi gelombang tinggi dan belum ditemukannya korban I Komang Sastra (12).
  • Korban dilaporkan terseret ombak besar saat berenang bersama temannya pada 28 Mei 2026 di Pantai Yeh Gangga, Tabanan.
  • Upaya pencarian melibatkan 26 personel gabungan dengan penyisiran darat, laut, udara menggunakan helikopter dan drone thermal, namun hasilnya tetap nihil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Tingginya gelombang dan ombak berlapis di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan hari ketujuh pencarian Rabu (3/6/2026) menjadi penanda ditutupnya Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap korban terseret ombak.

Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara mengatakan, korban diketahui bernama I Komang Sastra (12). Warga Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan dilaporkan terseret ombak saat berenang di pantai dengan temannya.

Sampai pukul 13.00 Wita, pencarian korban belum berhasil menemukan titik terang. Tim SAR gabungan dan pihak keluarga kemudian menyepakati opèrasi SAR dihentikan. "Perkembangan operasi SAR hingga sampai hari ke tujuh, sampe hari ini operasi SAR kami hentikan karena belum ada tanda-tandanya penemuan korban," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi, Kamis (28/5/2026) saat korban pergi ke Pantai Yeh Gangga bersama seorang temannya. Saat sedang berenang di pantai, korban tiba-tiba dihantam ombak besar dari arah laut dan terseret arus hingga tak terlihat.

Pada hari kelima operasi SAR, Senin (1/6/2026), tim SAR gabungan juga melaksanakan pencarian melalui jalur udara dengan menerbangkan helikopter dari SGi Air Bali yang mendapat dukungan dari Finns Club. Pencarian udara dilakukan selama kurang lebih satu setengah jam dengan cakupan area yang lebih luas.

Namun hingga pencarian berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim SAR gabungan sebanyak 26 personel memulai penyisiran hari ketujuh sejak pukul 07.40 Wita.

SRU laut mengerahkan satu unit rubber boat untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan luas area pencarian sekitar 5,56 nautical mile persegi. Selain itu, pemantauan udara dilakukan menggunakan drone thermal dengan arah pencarian ke barat dari Pantai Yeh Gangga sejauh kurang lebih 1 Km. SRU darat menyusuri ke arah barat dan timur sejauh 2 Kmdari pukul 10.35 Wita hingga pukul 11.25 Wita.

Tak lama berselang diterima informasi dari pihak keluarga adanya benda terapung-apung di 200 meter dari bibir pantai. Kecurigaan tersebut ditelusuri dengan menerbangkan drone thermal kembali, namun hasilnya nihil. "Hanya terlihat batang kayu yang terapung-apung terbawa gelombang laut," ungakapnya.

Editorial Team

Related Article