Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Peserta Audiensi Kerauhan di DPRD Bali saat Penyerahan Aspirasi

3 Peserta Audiensi Kerauhan di DPRD Bali saat Penyerahan Aspirasi
Peserta Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali kerauhan setelah menyerahkan aspirasi di Wantilan DPRD Bali, Rabu (3/6/2026). (IDN Times/Yuko Utami)
Intinya Sih
  • Tiga peserta audiensi FOR HATI Bali mengalami kerauhan di Wantilan DPRD Bali setelah penyerahan dokumen aspirasi oleh Ketua I Ketut Sae Tanju.
  • Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.24 Wita, diawali teriakan dan tangisan seorang peserta perempuan yang kemudian disusul dua peserta lainnya.
  • Aparat dan peserta lain membantu menenangkan mereka, sementara Ketua FOR HATI mengimbau seluruh hadirin agar tetap tenang dan berpikir jernih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Denpasar, IDN Times - Sebanyak tiga orang peserta audiensi Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mengalami kerauhan atau kesurupan di Wantilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Rabu (3/6/2026). Fenomena ini terjadi setelah Ketua FOR HATI Bali, I Ketut Sae Tanju, menyerahkan dokumen poin-poin aspirasi forum tersebut.

Seorang peserta perempuan yang duduk di sisi depan Wantilan DPRD Provinsi Bali, seketika berteriak kencang dan menangis sekitar pukul 11.24 Wita. Peserta audiensi lainnya berusaha menenangkan, tapi tangisan dan teriakan tidak kunjung berhenti. Sekitar pukul 11.30 Wita, aparat dan peserta audiensi lainnya membopong perempuan itu keluar dari Wantilan DPRD Bali.

Selain peserta perempuan, seorang peserta laki-laki juga ikut menangis pada pukul 11.24 Wita. Peserta laki-laki juga ditenangkan rekan di sebelahnya dan segera berhenti menangis serta berteriak. Sementara, seorang peserta perempuan lainnya juga mengalami kejadian serupa, menangis dan berteriak kencang. Namun, tangisan itu dapat segera berhenti setelah dipercikkan air dan mantra. Ketua FOR HATI Bali, I Ketut Sae Tanju, meminta peserta audiensi lainnya agar tetap tenang dan berpikir jernih.

“Harap hadirin lainnya untuk tarik napas dan embuskan, tetap tenang dan berpikir jernih,” ujar Sae Tanjut, pada Rabu (3/6/2026)

Sekitar pukul 11.46 Wita, peserta aksi perempuan yang menangis dan berteriak paling awal, kembali ke Wantilan DPRD Bali untuk mengambil tas, sepatu, dan gawainya yang tertinggal.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More