Inflasi Mei 2026 di Denpasar 3,19 Persen, Tertinggi se-Bali

- Denpasar mencatat inflasi tahunan tertinggi di Bali pada Mei 2026 sebesar 3,19 persen, melampaui Buleleng, Tabanan, dan Badung yang juga mengalami kenaikan harga.
- Tingkat inflasi tahunan Provinsi Bali mencapai 2,99 persen pada Mei 2026, naik dari 1,92 persen tahun sebelumnya dengan pendorong utama kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
- Cabai rawit menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar di Bali dengan kenaikan harga hingga 113,16 persen secara tahunan, disusul beras dan daging ayam ras.
Denpasar, IDN Times - Inflasi tahunan atau year on year di Denpasar periode Mei 2026 sebesar 3,19 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat angka inflasi itu tertinggi se-Bali.
Selain Denpasar, wilayah lainnya di Bali sebagai cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) juga mengalami kenaikan angka inflasi.
“Inflasi di sejumlah kabupaten kota yang menjadi wilayah cakupan IHK di Provinsi Bali di Singaraja (Buleleng), Badung, Tabanan, dan Kota Denpasar, keempat-empatnya sejalan menunjukkan terjadinya inflasi baik secara year on year maupun month to month (bulanan),” papar Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, Selasa (2/6/2026) di Kantor BPS Bali, Denpasar.
1. Denpasar dan angka inflasi tertinggi di Bali bukan kali pertama

Angka inflasi tahunan Denpasar tertinggi di Bali bukanlah kali pertama. Sebelumnya, pada Februari 2026 inflasi di Denpasar tercatat sebesar 3,6 persen. Persentase itu telah menyentuh batas atas target inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 3,5 persen.
Sementara itu, pada periode Mei 2026, secara bulanan angka inflasi di Denpasar sebesar 0,5 persen. Selain Denpasar, Buleleng dengan pusat kota di Singaraja angka inflasi tahunannya tercatat 3,17 persen.
Menyusul Kabupaten Tabanan di urutan ketiga dengan inflasi tahunan 2,78 persen dan Badung 2,64 persen. Secara otomatis periode Mei 2026, inflasi tahunan dan bulanan berdasarkan cakupan IHK Bali terendah berada di Kabupaten Badung.
2. Inflasi tahunan di Bali periode Mei 2026 meningkat

Sedangkan inflasi tahunan di Provinsi Bali periode Mei 2026 sebesar 2,99 persen. “Angka ini terlihat lebih tinggi dari kondisi di bulan yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,92 persen,” imbuh Agus.
Ia mengatakan, hal ini menunjukkan adanya penguatan tekanan harga dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, masih berada pada tingkat yang relatif terkendali.
Adapun kelompok pengeluaran pendorong inflasi di Bali berupa makanan, minuman dan tembakau dengan andil tahunan sebesar 1,44 persen.
3. Cabai rawit komoditas andil inflasi terbesar

Berdasarkan komoditas, cabai rawit sebagai andil inflasi terbesar terhadap inflasi tahunan di Bali. Periode Mei 2026, cabai rawit mengalami inflasi 113,16 persen dibandingkan Mei 2025, andil inflasinya sebesar 0,33 persen.
Selain cabai rawit, komoditas pangan yang juga menyumbang inflasi di Bali yakni beras, daging ayam ras , dan cabai merah. Beras sebagai komoditas pangan dengan andil inflasi kedua di Bali setelah cabai rawit, yakni sebesar 0,16 persen. Sementara itu, daging ayam ras memberikan andil terhadap inflasi di Bali sebesar 0,15 persen.






.jpg)





![[QUIZ] Uji Pengetahuan Jejak Sukarno di Bali dan Hari Lahir Pancasila](https://image.idntimes.com/post/20171207/2-a3b2762825bdac27d388ef7caf5d0670.jpg)





