Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Panen Manggis di Tabanan Turun 60 Persen, Tapi Kualitas Bagus

Panen Manggis di Tabanan Turun 60 Persen, Tapi Kualitas Bagus
ilustrasi manggis (pexels.com/Kingkonadventure)
Share Article

Tabanan, IDN Times - Hujan yang turun terus menerus menyebabkan panen Manggis di Kabupaten Tabanan menurun hampir 60 persen. Jika sebelumnya petani bisa memanen 10 ton Manggis pada musim panen, maka saat ini hanya bisa memanen 4 ton saja.

Seorang petani Manggis asal Banjar Gempinis, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, I Ketut Budiarta, mengatakan selain panen yang menurun, harga jualnya juga cenderung tidak stabil. Meskipun begitu, untuk saat ini harga jualnya masih bisa menutupi biaya operasional petani.

1. Musim hujan menyebabkan tutup daun pada Pohon Manggis

ilustrasi manggis (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
ilustrasi manggis (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Menurut Budiarta, akhir 2024 hingga awal 2025, Tabanan diwarnai curah hujan tinggi. Hal ini menyebabkan tutup daun pada Pohon Manggis. Sehingga gagal membentuk buah.

"Musim hujan menyebabkan produksi buah Manggis menurun. Biasanya panen 10 ton, sekarang ini hanya 4 ton," ujarnya, Rabu (29/1/2025).

2. Kualitas Manggis lebih baik dari panen tahun lalu

ilustrasi manggis (pexels.com/Raf Enriquez)
ilustrasi manggis (pexels.com/Raf Enriquez)

Meski kuantitas panen menurun, menurut Budiarta, kualitas buah Manggis di musim panen kali ini justru lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Buah yang dihasilkan lebih besar dan kulitnya mulus.

"Panen kali ini kualitas buahnya lebih bagus dan lebih besar. Panen sebelumnya, jumlahnya memang melimpah tetapi buahnya kecil dan kulit buah keriput," katanya.

3. Harga jual cenderung tidak stabil

ilustrasi manggis (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
ilustrasi manggis (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Saat ini harga jual buah Manggis masih bisa menutupi biaya operasional, yaitu Rp10 ribu per kilogram. Namun menurut Budiarta, harga ini bisa saja berubah seiring berjalannya musim panen.

"Ini masih harga awal panen. Cenderung tidak stabil karena petani tidak memiliki nilai jual. Rata-rata petani menyerahkan harga kepada yang beli,” kata Budiarta.

Dia menambahkan, musim panen buah Manggis di Tabanan berlangsung sejak Januari hingga Februari 2025 mendatang. Untuk pemasaran, selain didatangi oleh tengkulak langsung, pihaknya juga menerapkan sistem COD (cash on delivery).

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Ni Ketut Wira Sanjiwani
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More

KPK Ungkap Dugaan Praktik Korupsi di Kanim Ngurah Rai dan Denpasar

26 Jun 2026, 19:49 WIBNews