Buleleng, IDN Times - Perkiraan musim bertelur penyu Hijau berlangsung hingga Agustus 2026 mendatang. Oleh karena itu, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Gunung bersama Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Kabupaten Buleleng terus mengupayakan perlindungan telur enyu Hijau.
KUB Karang Gunung bersama Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri adalah kelompok nelayan dan relawan konservasi di kawasan Pantai Camplung, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng.
Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, mereka berhasil mengevaluasi ratusan butir telur Penyu Hijau di kawasan Pantai Camplung. Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, mengatakan telur ini perlu dievakuasi untuk menyelamatkan telur dari ancaman predator, terutama anjing.
“Anjing liar kerap berkeliaran di sepanjang pesisir pantai,” kata Sadwika dalam rilisnya, pada Minggu (7/6/2026).
Meskipun semangat konservasi dan perlindungan Penyu Hijau tinggi, tapi ada satu problem yang masih mendasar. Kata Sadwika, kondisi bak penampungan telur Penyu Hijau yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi standar konservasi. Namun, para nelayan dan relawan berusaha agar membuat kondisi di dalam bak tersebut semirip mungkin dengan habitat alami penyu.
“Kami berharap seluruh telur yang berhasil diselamatkan dapat menetas dengan baik. Upaya kecil ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian penyu hijau yang populasinya semakin berkurang,” imbuhnya.
Ketua KUB Karang Gunung, Teguh, menjelaskan kronologi evakuasi telur Penyu Hijau tersebut. Sekitar pukul 03.00 Wita, dua ekor penyu naik ke Pantai Camplung untuk membuat sarang di dua lokasi berbeda. Pada titik pertama, telur berhasil diamankan setelah sempat diincar anjing liar.
“Sementara di titik kedua, salah seorang nelayan menunggui penyu saat bertelur sehingga sarang tersebut terhindar dari gangguan anjing,” kata Teguh, Minggu (7/6/2026).
Nelayan dan relawan berhasil mengevaluasi 73 butir telur Penyu Hijau di sarang pertama, dan 109 butir telur lainnya di sarang kedua. Total ada 182 butir telur Penyu Hijau yang dipindahkan ke bak penampungan sementara, yang disiapkan oleh relawan.
Teguh menyatakan Penyu Hijau yang kembali bertelur di Pantai Camplung adalah indikasi kawasan pesisir Banyuasri masih menjadi habitat yang layak bagi satwa laut dilindungi tersebut. Para nelayan dan relawan berharap dukungan berbagai pihak dapat terus menguatkan upaya konservasi penyu di Bali Utara.
