Lubang Menganga di Depan Pasar Cucukan Klungkung Dikeluhkan Warga

Warga Desa Tegak, Klungkung, mengeluhkan lubang besar di depan Pasar Cucukan yang membahayakan pejalan kaki dan aktivitas padat di sekitar pasar.
Lubang berdiameter sekitar satu meter itu sudah menyebabkan insiden pejalan kaki terperosok dan dikhawatirkan makin parah saat musim hujan jika tidak segera diperbaiki.
Dinas PUPR Klungkung menyatakan perbaikan jalan tersebut menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional karena statusnya sebagai ruas jalan nasional.
Klungkung, IDN Times Bali – Warga mengeluhkan kondisi jalan berlubang di depan Pasar Cucukan, Desa Tegak, Kabupaten Klungkung. Lubang yang berada di bahu jalan tersebut dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi pejalan kaki yang setiap hari melintas di kawasan pasar yang cukup padat aktivitas.
Pantauan di lokasi, lubang tersebut memiliki diameter sekitar satu meter dan terlihat cukup dalam. Posisi lubang yang berada tepat di jalur pejalan kaki membuat risiko kecelakaan semakin tinggi, terlebih saat kondisi ramai atau kurang pencahayaan.
Salah seorang warga setempat, Yasa, mengungkapkan bahwa lubang tersebut sudah memakan korban. Seorang pejalan kaki dilaporkan sempat terperosok, meskipun tidak mengalami luka serius.
“Sudah ada yang jatuh ke dalam lubang itu. Untungnya tidak sampai luka-luka, tapi tetap saja berbahaya,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
1. Lokasi lubang di pasar padat aktivitas warga

Menurut Yasa, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penanganan. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan sebelum menimbulkan korban yang lebih parah.
Ia juga menyoroti lokasi lubang berada tepat di depan area pasar yang setiap hari dipadati aktivitas masyarakat, mulai dari pedagang hingga pembeli.
2. Lubang sangat membahayakan pejalan kaki

Selain itu, posisi lubang yang berada di dekat trotoar membuat pejalan kaki harus ekstra hati-hati, bahkan kerap terpaksa turun ke badan jalan untuk menghindarinya.
“Walaupun sudah dipasang penanda seadanya, tetap saja berbahaya. Apalagi ini di depan pasar, ramai sekali. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa saja lubangnya makin melebar ke badan jalan,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga dikhawatirkan akan semakin parah jika dibiarkan, terutama saat musim hujan. Air yang menggenang berpotensi mengikis struktur jalan di sekitarnya, sehingga memperbesar lubang dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara.
3. Perbaikan kewenangan balai pelaksanaan jalan nasional

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat pusat.
Ia menjelaskan, ruas jalan di lokasi tersebut merupakan jalan nasional, sehingga kewenangan perbaikannya berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
“Sudah kami laporkan ke pihak balai jalan, karena itu merupakan jalan nasional dan menjadi kewenangan pusat,” ujarnya.



![[QUIZ] Jika Kamu Arwah Penasaran, Pengacara Ini Bantu Cari Keadilan](https://image.idntimes.com/post/20260320/1000191542_7158c30e-e05a-48f7-aefb-9f25d4a899c2.jpg)














