Mansy Singko saat berkomunikasi dan menjelaskan juga dominan menggunakan tangan kiri atau kidal. (IDN Times/Ayu Afria)
Mansy mengungkapkan bahwa dalam dunia olah raga, khususnya bela diri, lawan bertanding akan waspada apabila lawan mainnya merupakan orang kidal. Mengapa demikian? Karena serangan lawan yang kidal tidak bisa diprediksi. Keuntungan kidal ini pun sudah dirasakan oleh Mansy.
Banyak prestasi yang ia torehkan melalui olah raga bela diri kempo. Berikut deretan prestasi Mansy yang bertanding dengan menggunakan tangan kidal:
- Kejuaraan Nasional Udayana Power Open 2002, kategori embu (perak)
- Kejuaraan Nasional Puputan Badung, 2002, kategori embu (perak)
- Kejuaraan Puputan Badung 2002, kategori randori putra (perunggu)
- Porprov Bali, 2003, di Singaraja kategori embu (perunggu)
- Porprov Bali, 2005 di Jembrana, kategori embu (2 perunggu) dan (1 emas)
- Kejuaraan Bali Open 2006, di Gianyar, kategori randori (1 emas), kategori embu (1 perunggu)
- Kejuaran Mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta 2006 (emas)
- Kejurnas Puputan Badung Cup II 2006, kategori embu (emas)
- Lolos Kualifikasi PON XVII 2007 di Makasar
- Mengikuti PON XVII 2008 di Kalimantan Timur
- Porprov Bali 2011 di Jembrana, kategori embu (2 emas)
- Kejurnas Bogor Open 2013 (2 perak)
- Kejuaraan Umnas Cup 2014 di Denpasar, kategori embu (emas)
- Porprov Bali 2015 di Singaraja, kategori embu (perak)
Dari semua laga pertandingan yang ia ikuti, menurutnya yang paling berkesan adalah Kejuaraan Bali Open 2006 di Kabupaten Gianyar karena ia meraih medali emas pertama. Kemudian kejuaraan antara mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta tahun 2006 di partai Final. Di sana ia berkesempatan bertemu tuan rumah dan kembali meraih medali emas.
“Kalau aku justru bangga punya kekuatan tangan kiri. Karena senjata kalau berantem ya tangan kiri (bela diri). Tangan kiri orang susah untuk memprediksi. Kebetulan aku kan olah raga juga. Di olah ragaku kan ada fighter-fighter. Jadi dominanku kiri, orang susah memprediksinya. Jadinya mereka agak bingung,” jelasnya.
Ia berpesan bagi orang-orang yang dominan menggunakan tangan kiri, tidak perlu memaksakan diri harus menggunakan tangan kanan. Namun beradaptasi kapan seharusnya menggunakan tangan kanan juga sangat penting untuk menghormati norma yang ada. Dengan begitu, orang sekitar pun merasa lebih dihargai.
“Nggak usah minder dengan anggapan masyarakat bahwa tangan kidal itu aneh. Gunakanlah tangan kidal itu untuk sesuatu yang positif. Malahan tangan kidal itu bisa memberikan sesuatu yang menarik kalau di bidang olahraga. Tangan kidal sangat dikhawatirkan oleh musuh,” jelasnya.