Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kehabisan Bahan Bakar, Alat Berat di TPA Mandung Berhenti Beroperasi

Kehabisan Bahan Bakar, Alat Berat di TPA Mandung Berhenti Beroperasi
Dua alat berat di TPA Mandung berhenti beroperasi karena kehabisan BBM (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Intinya Sih
  • Operasional alat berat di TPA Mandung terhenti karena kehabisan BBM jenis Pertadex, menyebabkan antrean sekitar 20 truk pengangkut sampah sejak Selasa siang.
  • Kepala UPTD menjelaskan stok Pertadex kosong di SPBU Abiantuwung, padahal bahan bakar ini wajib digunakan sesuai perjanjian kerja sama dengan pihak SPBU.
  • Setiap hari alat berat membutuhkan sekitar 80 liter Pertadex untuk meratakan sampah, dan kekosongan BBM membuat truk tidak bisa menurunkan muatan ke TPA Mandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tabanan,IDN TImes - Sekitar 20 truk pengangkut sampah tampak antre di sepanjang jalan masuk Tempat Penampungan Akhir (TPA) Mandung, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Truk-truk itu ada yang sudah parkir sejak Selasa (21/4/2026) menunggu giliran untuk menurunkan sampah ke TPA Mandung.

Alasan banyaknya truk yang parkir ini dikarenakan alat berat tak berfungsi akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM). "Antrean itu sejak Selasa (21/4/2026) siang. Alat berat tidak bisa beroperasi akibat kehabisan BBM," kata Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Kabupaten Tabanan, I Wayan Atmaja saat ditemui di lokasi, Rabu (22/4/2026).

Dia menambahkan, alat berat itu menggunakan BBM jenis Pertadex dan solar nonsubsidi. Stok BBM itu, kata dia, kosong di SPBU kerja sama.

1. Stok Pertadex kosong di SPBU Abiantuwung

Dua alat berat di TPA Mandung berhenti beroperasi karena kehabisan BBM
Dua alat berat di TPA Mandung berhenti beroperasi karena kehabisan BBM (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Atmaja mengatakan, TPA Mandung biasanya mengambil bahan bakar jenis Pertadex ke SPBU Abiantuwung Kecamatan Kediri. "Ketersediaan BBM ini kosong di SPBU Abiantuwung. Sehingga kami kehabisan stok bahan bakar yang mengakibatkan dua alat berat di TPA Mandung tidak bisa beroperasi," katanya.

Ia melanjutkan pemakaian BBM jenis Pertadex ini berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) dengan SPBU Abiantuwung. Dan jenis bahan bakar yang boleh digunakan hanya yang nonsubsidi untuk menjalankan alat berat dan truk DLH. "Selain alat berat, truk DLH yang mengangkut sampah juga tak bisa beroperasi karena langkanya BBM jenis Pertadex," jelasnya.

2. Alat berat membutuhkan 80 liter bahan bakar per hari

IMG-20260422-WA0015.jpg
Puluhan truk sampah di TPA Mandung antri untuk menurunkan sampah di TPA Mandung, Rabu (22/4/2026) (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Atmaja menjelaskan alat berat di TPA Mandung memiliki fungsi vital, dimana alat ini berfungsi untuk meratakan sampah. Setiap harinya, alat berat di TPA Mandung menghabiskan rata-rata 80 liter Pertadex. Oleh karena alat berat tak bisa difungsikan sementara, mengakibatkan truk yang mengangkut sampah tidak bisa menurunkan sampah ke TPA Mandung.

"Kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa waktu lalu, namun segera teratasi setelah mendapat pasokan bahan bakar," ujarnya.

3. Supir truk sudah parkir sejak Selasa siang

IMG-20260422-WA0014.jpg
Puluhan truk sampah di TPA Mandung antri untuk menurunkan sampah di TPA Mandung, Rabu (22/4/2026) (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Salah satu supir pengangkut sampah, Justin (27) mengaku truknya tertahan sejak Selasa (22/4/2026) siang. Ia juga sudah mengetahui alasan tertahannya beberapa truk di lokasi. "Katanya belum bisa menurunkan sampah untuk sementara. Untuk sementara saya tinggalkan truknya parkir di sini dari Selasa siang," ujarnya.

Justin mengaku mengangkut sampah dari Perumahan Griya Multi Jadi, Desa Sanggulan dengan membawa sampah campuran yang belum dipilah.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Bali

See More