Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ruang Baca Tabanan, Hidupkan Budaya Membaca di Generasi Muda

Ruang Baca Tabanan, Hidupkan Budaya Membaca di Generasi Muda
Komunitas Ruang Baca Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Intinya Sih
  • Komunitas Ruang Baca Tabanan dibentuk oleh anak muda untuk menghidupkan kembali budaya membaca, melanjutkan kegiatan Perpustakaan Jalanan yang sempat vakum sejak 2022.
  • Lapak baca rutin di Lapangan Alit Saputra menyediakan sekitar 300 buku donasi, menarik minat anak-anak dengan cerita bergambar serta remaja dan dewasa lewat kegiatan di sekolah dan kafe.
  • Bunda Literasi Tabanan menekankan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan gawai dan mengajak keluarga serta sekolah menumbuhkan kembali kebiasaan membaca sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tabanan, IDNTimes - Budaya membaca di generasi muda saat ini mengalami penurunan. Bahkan ada anak yang sudah memasuki Sekolah Dasar belum lancar membaca. Melihat kondisi ini, beberapa anak muda Tabanan membentuk komunitas yang disebut Ruang Baca Tabanan.

Salah satu volunter di Ruang Baca Tabanan, Gede Erlangga Chassa Indra mengatakan, pihaknya rutin membuka lapak baca di Lapangan Alit Saputra yang berlokasi di Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan. "Setiap akhir pekan kami membuka lapak baca di sana. Sasaran kami adalah anak-anak. Harapannya, bisa meningkatkan budaya membaca di generasi muda," katanya, Selasa (21/4/2026)

1. Komunitas Ruang Baca Tabanan meneruskan usaha komunitas sebelumnya

IMG-20260421-WA0029.jpg
Komunitas Ruang Baca Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Erlangga mengatakan, Ruang Baca Tabanan aktif pada tahun 2026. Komunitas ini melanjutkan kegiatan komunitas sebelumnya yang bernama Perpustakaan Jalanan. "Komunitas Perpustakaan Jalanan ini terbentuk pada tahun 2017. Namun tahun 2022 karena kesibukan anggotanya, kegiatannya vakum. Kami lanjutkan dengan nama komunitas Ruang Baca Tabanan," kata Erlangga.

Adapun koleksi buku yang dimiliki komunitas ini beragam. Ada komik, majalah, novel hingga buku filsafat. "Buku-buku ini kami terima dari donasi. Ada sekitar 300 buah koleksi buku yang kami miliki," ujar Erlangga.

2. Anak-anak lebih suka buku bercerita bergambar

IMG-20260421-WA0025.jpg
Komunitas Ruang Baca Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Selama membuka lapak baca di Lapangan Alit Saputra, menurut Erlangga cukup banyak anak-anak yang mampir dan membaca. "Rata-rata mereka itu suka buku cerita bergambar," ujar Erlangga.

Diharapkannya dengan adanya ruang membaca bagi anak-anak ini, bisa meningkatkan budaya membaca sejak dini. Erlangga melanjutkan, selain anak-anak, pihaknya juga menyasar remaja dan orang dewasa. "Selain di lapangan Alit Saputra yang lebih menyasar anak-anak, kami juga membuka lapak di sekolah-sekolah serta cafe jika ada even. Tujuannya untuk mengajak remaja dan orang dewasa semakin gemar membaca," katanya.

3. Remaja lebih suka baca novel

IMG-20260421-WA0031.jpg
Komunitas Ruang Baca Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Salah satu siswa SMKN 3 Tabanan, Ni Putu Ema Prameswari Artayasa Yonetani mengatakan ia masih suka membaca buku fisik. Buku yang ia suka baca adalah novel. "Biasanya saya beli di toko online. Atau membaca buku di ruang baca seperti ini. Kalau sedang ada waktu saya mampir ke toko buku untuk membeli novel," katanya.

Sementara itu Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, mengatakan di era digitali saat ini anak-anak langsung memegang HP, bahkan kadang-kadang lupa makan. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran aktif orang tua dalam melakukan pengawasan penggunaan gawai pada anak. “Kita sebagai orang tua harus lebih ketat mengawasi anak-anak dalam menggunakan HP atau smartphone. Memang kita tidak bisa menolak era digital, tapi anak-anak harus didampingi karena informasi baik dan buruk sama-sama tersebar di dalamnya,” tegas Bunda Rai.

Sebagai solusi, Bunda Rai mengajak seluruh elemen, baik keluarga maupun sekolah, untuk kembali menghidupkan budaya membaca. “Mulai dari hal kecil, dari rumah ajak anak-anak membaca buku sederhana yang bermakna. Di sekolah, aktifkan kembali budaya membaca di perpustakaan, dan ajarkan anak-anak untuk menyaring informasi yang mereka baca,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Bali

See More