Warga Terdampak Abrasi Pantai Monggalan Direlokasi Tahun Ini

Pemerintah Klungkung memastikan pembangunan hunian baru bagi korban abrasi Pantai Monggalan direalisasikan tahun ini setelah dialog langsung dengan warga terdampak.
Dari 10 KK terdampak, hanya dua keluarga setuju direlokasi ke rumah deret, enam memilih program bedah rumah, dan dua lainnya tidak mengajukan bantuan.
Dua unit rumah deret akan dibangun menggunakan dana BTT sekitar Rp97 juta per unit, sementara desain awal tujuh unit disesuaikan karena perubahan pilihan warga.
Klungkung, IDN Times – Pemerintah Kabupaten Klungkung memastikan pembangunan hunian baru untuk korban abrasi segera direalisasikan. Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menyebutkan keputusan ini diambil setelah melalui dialog langsung dengan warga terdampak.
Dalam pendataan terbaru, terdapat 10 kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat abrasi. Namun, skema penanganannya tidak disamaratakan karena kondisi masing-masing keluarga berbeda.
Awalnya, seluruh warga direncanakan direlokasi ke rumah deret di Desa Sulang. Untuk memastikan kesiapan, warga diajak melihat langsung lokasi dan konsep hunian tersebut. Hasilnya, respons warga cukup beragam.
"Namun, tidak semua warga memilih skema relokasi yang sama. Pemerintah pun akhirnya menyesuaikan solusi berdasarkan kondisi masing-masing keluarga," ujar Tjok Surya, Rabu (22/4/2026)
1. Tidak semua warga mau tinggal di rumah deret

Awalnya, seluruh korban abrasi direncanakan pindah ke rumah deret di Desa Sulang. Bahkan warga sempat diajak meninjau langsung lokasi tersebut.
Dari 10 KK, hanya dua keluarga yang bersedia menempati rumah deret. Sementara 6 KK memilih program bedah rumah karena sudah punya lahan pengganti, serta 2 KK lainnya memutuskan tidak mengajukan bantuan.
2. Dua unit rumah deret siap dibangun tahun ini

Untuk warga yang bersedia direlokasi, pemerintah akan membangun dua unit rumah deret menggunakan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT). Pembangunan ini akan melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan estimasi biaya sekitar Rp97 juta per unit.
“Anggaran sudah kami laporkan ke Bupati dan diminta segera direalisasikan tahun ini,” ujar Tjok Surya.
3. Desain sebenarnya sudah siap sejak awal

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPRPKP Klungkung, Made Jati Laksana, menjelaskan bahwa desain dan rencana anggaran sebenarnya sudah disiapkan. Awalnya bahkan dirancang hingga tujuh unit rumah dengan konsep seragam.
Tujuannya untuk menghindari kecemburuan sosial antarwarga. Namun karena pilihan warga berubah, jumlah pembangunan akhirnya disesuaikan.


















