Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kampanye Paslon Panji-Budi di Tabanan Sambil Jawab Komen Netizen
Paslon Panji-Budi mendapatkan nomor urut 2 (Dok.IDN Times/KPU Tabanan)

Tabanan, IDN Times - Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tabanan 2020 sudah dimulai sejak 26 September 2020 lalu. Perhelatan kampanye di tengah pandemik COVID-19, mau tidak mau membuat pasangan calon (Paslon) harus memikirkan cara yang tepat tanpa melanggar protokol kesehatan (Prokes).

Satu di antara solusinya melalui kampanye secara online atau daring, yaitu melalui media sosial (Medsos). Hal ini dilakukan oleh tim kampanye paslon nomor urut 2, AA Ngurah Panji Astika-Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi), yang diusung dan didukung oleh enam partai Politik (Parpol) di Kabupaten Tabanan. Yakni Golongan Karya (Golkar), Nasional Demokrasi (Nasdem), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tergabung dalam Koalisi Tabanan Maju (KTM).

1. Live interactive menjadi wadah paslon nomor dua untuk membahas topik aktual dan program unggulan

Kegiatan kampanye Paslon Panji-Budi (Dok.IDN Times/Istimewa)

Ketua Tim Pemenangan Panji-Budi, Made Asta Dharma, mengatakan kegiatan live interactive menjadi cara paslon nomor urut dua untuk melakukan kampanye secara daring. Mereka lebih membahas topik-topik aktual yang sedang terjadi di kehidupan masyarakatm serta memperkenalkan 15 program unggulan dalam Visi-Misi Ngardi Lota Hita Tabanan.

"Kegiatan live interactive ini dilakukan di media sosial resmi paslon Panji-Budi baik itu Instagram, Twitter, hingga YouTube," ujarnya, Selasa (20/10/2020).

Tidak hanya itu, langkah lainnya adalah dengan cara membalas dan menjawab pertanyaan netizen yang ditulis di kolom komentar medsos resmi Panji-Budi.

2. Kampanye online efektif untuk menjaring pemilih millennial

Kegiatan kampanye paslon Panji-Budi (Dok.IDN Times/istimewa)

Asta Dharma melanjutkan, medsos merupakan wadah strategis untuk menyosialisasikan visi misi dan program unggulan. Konten kreatif dinilai menarik karena dapat menggunggah netizen untuk terlibat aktif dalam menyukseskan Pilkada. Namun Asta Dharma mengakui, kampanye online tidak dapat menjangkau seluruh golongan pemilih.

"Kampanye online efektif untuk menarik pemilih dari golongan netizen terutama millennial dan usia dewasa secara umum seperti pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pegawai, karyawan swasta, pengusaha hingga seniman," paparnya.

3. Kampanye tatap muka masih dibutuhkan

Kegiatan kampanye paslon Panji-Budi (Dok.IDN Times/istimewa)

Menurut Asta Dharma, untuk memaksimalkan penetrasi kepada calon pemilih, kampanye tatap muka mutlak dibutuhkan, dengan menerapkan prokes. Untuk itu pihak Panji-Budi melakukan kampanye tatap muka sesuai batasan yang diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Seperti total jumlah peserta tatap muka maksimal 50 orang termasuk paslon, perwakilan tim pemenangan, dan peserta. Menyiapkan fasilitas cuci tangan dan sabun, wajib masker, dicek suhu dengan thermo gun sebelum acara, menyiapkan hand sanitizer, dan menjaga jarak 1,5 meter sampai 2 meter.

"Keseluruhan kegiatan di bawah pemantauan dan pengawasan Panwascam, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pihak intelijen Kepolisian dan TNI," kata Asta Dharma.

Editorial Team

Related Article